Tempe Indonesia Merambah Pasar Arab Saudi

Jan 18, 2025 - 14:35
 0  5
Tempe Indonesia Merambah Pasar Arab Saudi

Eksplora.id - Produk khas Indonesia kini semakin diminati di pasar internasional. Sejak mulai merambah pasar Arab Saudi tahun lalu, tempe telah menunjukkan potensi besar sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan. Dengan harga jual yang jauh lebih tinggi di pasar global, tempe membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk meraup keuntungan signifikan.

Potensi Keuntungan Besar

Di dalam negeri, harga tempe berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per kilogram. Namun, di pasar ekspor seperti Arab Saudi, harganya melonjak hingga Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram. Satu kontainer yang mampu memuat 20 hingga 30 ton tempe dapat menghasilkan pendapatan hingga Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar per pengiriman. Dengan permintaan yang terus meningkat, potensi keuntungan ini menjadi daya tarik utama bagi pelaku usaha.

Dukungan dan Inovasi Ekspor

Menembus pasar internasional tentu tidak mudah. Produsen tempe di Indonesia harus memenuhi berbagai standar internasional, termasuk sertifikasi halal dan pengemasan yang memastikan produk tetap segar selama perjalanan. Pemerintah melalui program fasilitasi ekspor juga turut berperan penting dengan memberikan pelatihan, sertifikasi, dan promosi produk di pameran internasional. Dukungan ini membantu pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Selain itu, inovasi dalam bentuk diversifikasi produk menjadi salah satu kunci keberhasilan. Produsen kini mulai mengembangkan tempe beku dan olahan turunannya, yang lebih tahan lama dan sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk tetapi juga membuka peluang baru di pasar lain, seperti Eropa dan Amerika.

Tantangan di Tengah Potensi

Meski memiliki peluang besar, produsen tempe menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah fluktuasi harga kedelai sebagai bahan baku utama. Selain itu, biaya logistik yang cukup tinggi serta regulasi ketat dari negara tujuan menjadi hambatan lain yang perlu diatasi. Namun, dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, hambatan ini dapat diminimalkan.

Duta Kuliner Indonesia

Permintaan yang tinggi terhadap tempe di Arab Saudi tidak lepas dari peran komunitas Indonesia yang besar di negara tersebut, serta meningkatnya kesadaran global akan makanan sehat. Tempe kini tidak hanya menjadi makanan tradisional tetapi juga duta budaya Indonesia yang mampu bersaing di pasar global. Dengan potensi besar ini, tempe tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga memperkenalkan budaya dan kuliner Indonesia di dunia internasional. Jika terkelola dengan baik, tempe dapat menjadi komoditas strategis yang semakin memperkuat posisi Indonesia pada pasar global.