Gempa Dahsyat 7,7 Magnitudo Guncang Thailand dan Myanmar, Puluhan Korban Jiwa dan Kerusakan Parah
Thailand dan Myanmar diguncang gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada Jumat, 28 Maret 2025.

Eksplora.id - Thailand dan Myanmar diguncang gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada Jumat, 28 Maret 2025. Pusat gempa dilaporkan berada di wilayah perbatasan Myanmar, namun getaran kuatnya terasa hingga Bangkok, ibu kota Thailand. Kejadian ini memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar dari gedung-gedung bertingkat.
Dampak di Thailand
Di Bangkok, guncangan gempa menyebabkan sebuah gedung bertingkat yang masih dalam tahap konstruksi di distrik Chatuchak runtuh. Insiden ini mengakibatkan satu orang tewas dan sedikitnya 43 orang terjebak di dalam reruntuhan bangunan. Tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi korban, sementara pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Selain itu, beberapa bangunan tua di kawasan bisnis Silom dan Sathorn mengalami keretakan serius. Transportasi umum seperti kereta bawah tanah dan Skytrain sempat dihentikan sementara guna memastikan keamanan jalur dan fasilitas lainnya. Bandara Internasional Suvarnabhumi tetap beroperasi, namun dengan pengawasan ketat untuk mengantisipasi kemungkinan guncangan susulan.
Hingga saat ini, jumlah korban tewas di Thailand mencapai 17 orang, dengan 32 orang terluka dan 83 orang masih hilang. Kerusakan dilaporkan terjadi di 18 provinsi, mempengaruhi ratusan rumah, kuil, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya.
Dampak di Myanmar
Myanmar menjadi negara yang paling terdampak akibat gempa ini. Di kota Taungoo, sebuah biara yang menampung para pengungsi ambruk, menewaskan lima anak. Sementara itu, di Mandalay, sebuah masjid bernama Shwe Pho Shing runtuh saat berlangsungnya ibadah salat Jumat, menyebabkan setidaknya 20 orang meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Jumlah korban tewas di Myanmar telah mencapai 1.644 orang, dengan 3.408 orang mengalami luka-luka dan 139 orang masih dinyatakan hilang. Pemerintah Myanmar telah mengumumkan keadaan darurat dan meminta bantuan internasional untuk menangani dampak bencana ini.
Selain itu, laporan awal dari pihak berwenang Myanmar menyebutkan bahwa sejumlah rumah, sekolah, dan fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan parah. Di beberapa desa terpencil dekat episentrum, akses komunikasi terputus sehingga menyulitkan upaya pendataan dan evakuasi korban.
Respons Pemerintah dan Upaya Penyelamatan
Pemerintah Thailand dan Myanmar telah mengerahkan tim tanggap darurat untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan medis kepada para korban. Palang Merah Thailand serta organisasi kemanusiaan internasional juga turut serta dalam upaya penyelamatan dan distribusi bantuan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berdampak pada wilayah Indonesia. Namun, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi gempa susulan.
Kesaksian Warga
Seorang warga Bangkok, Narongchai Visut, mengaku kaget dengan guncangan gempa yang begitu kuat. "Saya sedang berada di lantai 15 gedung perkantoran ketika tiba-tiba semuanya bergoyang hebat. Kami segera berlari keluar melalui tangga darurat," katanya.
Di Myanmar, seorang warga Mandalay bernama Aung Kyaw Tun menceritakan bagaimana ia menyelamatkan diri dari reruntuhan masjid. "Kami sedang salat Jumat ketika tiba-tiba lantai berguncang. Dalam hitungan detik, atap masjid runtuh. Saya beruntung bisa keluar, tetapi banyak teman saya yang tertimpa reruntuhan," tuturnya dengan suara bergetar.
Upaya penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim SAR dan organisasi kemanusiaan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.
Baca juga artikel lainnya :