Perempuan Brasil Kembali Viral Usai Klaim Lahirkan Anak Keempat dari Pernikahan dengan Boneka Kain

Kisah Meirivone Rocha Moraes, perempuan Brasil yang viral karena menikahi boneka kain bernama Marcelo, kembali menyita perhatian setelah mengumumkan kelahiran anak keempatnya melalui media sosial.

Jan 28, 2026 - 21:50
 0  1
Perempuan Brasil Kembali Viral Usai Klaim Lahirkan Anak Keempat dari Pernikahan dengan Boneka Kain
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - Kisah unik seorang perempuan asal Brasil kembali menjadi sorotan publik internasional. Meirivone Rocha Moraes, wanita yang sebelumnya viral karena menikahi boneka kain seukuran manusia, kembali mencuri perhatian setelah mengumumkan kelahiran anak keempatnya. Pengumuman tersebut disampaikan melalui media sosial, lengkap dengan foto-foto bergaya rumah sakit yang memperlihatkan dirinya menggendong boneka layaknya bayi yang baru lahir.

Meirivone Rocha Moraes dikenal luas setelah kisah pernikahannya dengan boneka kain bernama Marcelo menyebar di berbagai platform digital. Hubungan yang tidak lazim tersebut memicu perdebatan, mulai dari rasa penasaran, hiburan, hingga kekhawatiran terhadap kondisi psikologis yang bersangkutan.


Awal Mula Kisah Pernikahan Tak Biasa

Kisah ini bermula ketika Moraes mengaku mengalami tekanan emosional akibat masih lajang dan tidak memiliki pasangan, khususnya untuk menari—aktivitas yang ia gemari. Melihat kondisi tersebut, sang ibu berinisiatif membuatkan sebuah boneka kain seukuran manusia sebagai hiburan. Boneka itu kemudian diberi nama Marcelo.

Seiring waktu, Moraes mulai memperlakukan Marcelo layaknya pasangan hidup. Ia mengunggah berbagai aktivitas bersama boneka tersebut di media sosial, mulai dari kegiatan rumah tangga hingga interaksi sehari-hari. Tak lama kemudian, Moraes menggelar sebuah upacara pernikahan simbolis, yang diklaim dihadiri oleh keluarga dan warga sekitar.


Narasi Keluarga dan Kehidupan Rumah Tangga

Sejak pernikahan tersebut, Moraes secara konsisten membangun narasi kehidupan rumah tangga bersama Marcelo. Ia membagikan kisah tentang kebahagiaan, konflik, hingga rutinitas keluarga, sebagaimana pasangan suami istri pada umumnya. Konten tersebut menarik perhatian warganet karena disampaikan dengan gaya serius dan penuh emosi.

Tidak berhenti sampai di situ, Moraes juga mengumumkan kehamilan dan kelahiran anak-anaknya. Klaim kelahiran anak keempat menjadi unggahan terbaru yang kembali mengundang reaksi luas. Dalam foto yang dibagikan, Moraes tampil seolah berada di ruang perawatan medis, menggendong boneka kecil yang diperlakukan sebagai bayi baru lahir.


Reaksi Publik dan Perhatian Media

Pengumuman tersebut langsung menyebar luas dan memicu beragam tanggapan. Sebagian warganet menganggap kisah ini sebagai hiburan unik dan bentuk kreativitas personal. Namun, tidak sedikit pula yang menyampaikan keprihatinan, terutama terkait batas antara realitas dan imajinasi yang ditampilkan di ruang publik.

Sejumlah pengamat menilai fenomena ini mencerminkan bagaimana media sosial dapat menjadi wadah ekspresi sekaligus amplifikasi cerita personal, bahkan yang paling tidak biasa sekalipun. Dalam banyak kasus, narasi viral seperti ini kerap berkembang di luar konteks awal dan menjadi konsumsi global.


Media Sosial dan Dinamika Psikologis

Meirivone Rocha Moraes sendiri menyatakan bahwa kisah yang ia bagikan adalah bagian dari cara dirinya menghadapi kesepian dan tekanan emosional. Ia menegaskan bahwa apa yang ia lakukan tidak merugikan orang lain dan justru membuatnya merasa bahagia serta didukung oleh pengikutnya di media sosial.

Fenomena ini kembali membuka diskusi mengenai kesehatan mental, kebutuhan akan dukungan sosial, serta peran media sosial dalam membentuk realitas personal. Di era digital, batas antara kehidupan nyata, simbolik, dan performatif semakin kabur.


Tetap Menjadi Fenomena Dunia Maya

Terlepas dari pro dan kontra, Meirivone Rocha Moraes tetap menjadi figur yang menarik perhatian publik. Kisah “keluarganya” bersama Marcelo dan anak-anak boneka mereka terus menjadi bahan perbincangan lintas negara.

Kasus ini menunjukkan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, cerita personal yang tidak lazim sekalipun dapat berkembang menjadi fenomena global. Publik pun masih akan terus menantikan bagaimana kisah unik ini akan berlanjut di masa mendatang.**DS

Baca juga artikel lainnya :

korea-selatan-tawarkan-insentif-hingga-rp639-juta-demi-dongkrak-angka-kelahiran