Mahasiswa ISI Solo Raih Juara II Sayembara Desain Keranda Jenazah di Masjid Sheikh Zayed
Mahasiswa ISI Solo, Robiantoro Rinto Wijaya, meraih Juara II sayembara desain keranda jenazah Masjid Sheikh Zayed Solo dengan konsep ergonomis, aman, dan higienis.
Eksplora.id - Inovasi dalam dunia desain tidak selalu berkaitan dengan interior mewah atau produk komersial. Terkadang, inovasi justru lahir dari kebutuhan sederhana yang menyentuh sisi kemanusiaan. Hal tersebut dibuktikan oleh Robiantoro Rinto Wijaya, mahasiswa Desain Interior dari Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo), yang berhasil meraih Juara II dalam sayembara desain keranda jenazah yang digelar di Masjid Sheikh Zayed Solo.
Kompetisi desain tersebut bertujuan menghadirkan gagasan baru dalam perancangan keranda jenazah yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pengusung serta menjaga kehormatan jenazah selama proses pemakaman.
Melalui pendekatan desain yang matang, Robiantoro menghadirkan konsep keranda yang menitikberatkan pada ergonomi, keamanan, dan higienitas.
Inovasi Desain Keranda yang Lebih Ergonomis
Dalam desainnya, Robiantoro mencoba menjawab persoalan yang sering dihadapi para pengusung jenazah. Selama ini, keranda yang digunakan di banyak tempat masih memiliki beberapa keterbatasan, terutama dalam hal distribusi beban dan kenyamanan saat dibawa.
Keranda yang dirancang Robiantoro dibuat dengan memperhatikan pembagian beban yang lebih seimbang, sehingga para pengusung tidak cepat mengalami kelelahan. Struktur keranda juga dirancang lebih stabil untuk meminimalkan risiko terguncang selama proses pengantaran jenazah menuju pemakaman.
Pendekatan ini membuat keranda tidak hanya berfungsi sebagai alat pengangkut jenazah, tetapi juga sebagai bagian dari sistem yang mendukung kelancaran prosesi pemakaman dengan lebih aman dan manusiawi.
Memperhatikan Aspek Higienitas dan Keamanan
Selain aspek ergonomi, desain tersebut juga memperhatikan faktor kebersihan. Material dan konstruksi keranda dirancang agar lebih mudah dibersihkan dan dirawat, sehingga dapat menjaga higienitas setelah digunakan.
Hal ini penting karena keranda merupakan fasilitas yang digunakan secara bergantian oleh masyarakat. Dengan desain yang memperhatikan aspek kebersihan, potensi penyebaran kotoran atau bakteri dapat diminimalkan.
Dukungan dari Dosen Pembimbing
Dosen pembimbing Robiantoro, Eko Sri Haryanto, menjelaskan bahwa desain tersebut berangkat dari pengamatan terhadap kondisi keranda yang umum digunakan di masyarakat.
Menurutnya, banyak keranda yang beredar saat ini belum memperhatikan secara serius aspek distribusi beban maupun higienitas.
“Keranda yang beredar di masyarakat umumnya belum memperhatikan distribusi beban yang baik dan aspek higienitas. Melalui desain ini kami mencoba menawarkan solusi yang lebih manusiawi bagi pengusung jenazah tanpa menghilangkan nilai sakral dalam prosesi pemakaman,” ujarnya.
Desain yang Mengedepankan Nilai Kemanusiaan
Keberhasilan Robiantoro dalam sayembara ini menunjukkan bahwa desain memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat. Melalui pendekatan yang memadukan fungsi, kenyamanan, serta nilai kemanusiaan, sebuah produk sederhana seperti keranda jenazah dapat dikembangkan menjadi lebih aman dan layak digunakan.
Inovasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa desain mampu menghadirkan gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat luas.**DS
Baca juga artikel lainnya :
dampak-pemangkasan-anggaran-perjalanan-dinas-terhadap-industri-perhotelan-di-solo

