Lensa Kontak Inframerah: Terobosan Ilmiah yang Membuat Manusia Bisa “Melihat dalam Gelap”

Ilmuwan dari University of Science and Technology of China mengembangkan lensa kontak yang memungkinkan manusia melihat cahaya inframerah tanpa baterai, bahkan dalam kondisi gelap.

Mar 14, 2026 - 12:13
 0  3
Lensa Kontak Inframerah: Terobosan Ilmiah yang Membuat Manusia Bisa “Melihat dalam Gelap”
sumber foto : gg

Eksplora.id - Dalam budaya populer, kemampuan melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa sering digambarkan dalam berbagai cerita fiksi. Salah satu yang terkenal adalah kemampuan Sharingan dari serial anime Naruto, yang konon bangkit melalui pengalaman emosional yang sangat kuat.

Namun kini, perkembangan teknologi membuat manusia tidak perlu mengalami “rasa sakit” seperti dalam cerita fiksi untuk mendapatkan kemampuan melihat lebih jauh dari batas penglihatan normal. Para ilmuwan berhasil menciptakan inovasi berupa lensa kontak khusus yang memungkinkan manusia melihat cahaya inframerah, bahkan dalam kondisi gelap.

Terobosan ini dikembangkan oleh tim peneliti dari University of Science and Technology of China dan dipublikasikan pada 22 Mei dalam jurnal ilmiah Cell Press. Penelitian tersebut membuka kemungkinan baru bagi teknologi penglihatan manusia di masa depan.


Lensa Kontak Tanpa Baterai

Selama ini, kemampuan melihat dalam gelap biasanya hanya bisa dilakukan menggunakan kacamata night-vision, perangkat yang sering digunakan oleh militer atau tim penyelamat. Perangkat tersebut relatif besar, berat, dan membutuhkan sumber daya listrik.

Berbeda dengan teknologi tersebut, lensa kontak inframerah ini memiliki ukuran sangat kecil dan ringan seperti lensa kontak biasa yang digunakan sehari-hari. Yang lebih menarik, lensa ini tidak memerlukan baterai atau sumber energi eksternal.

Dengan kata lain, teknologi ini bekerja secara pasif dengan memanfaatkan cahaya yang ada di lingkungan sekitar.


Rahasia Teknologi Nanopartikel

Keunggulan lensa ini berasal dari penggunaan nanopartikel khusus yang disisipkan ke dalam bahan polimer fleksibel. Polimer ini sama dengan bahan yang umum digunakan pada lensa kontak lunak sehingga relatif aman dan tidak beracun bagi mata.

Nanopartikel tersebut merupakan kombinasi beberapa unsur, antara lain:

  • sodium gadolinium fluoride

  • ytterbium

  • erbium

  • emas

Kombinasi bahan ini memungkinkan nanopartikel memiliki kemampuan unik dalam memproses cahaya.

Nanopartikel tersebut mampu menyerap cahaya inframerah pada panjang gelombang sekitar 800 hingga 1600 nanometer. Cahaya inframerah sebenarnya selalu ada di sekitar kita, tetapi tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

Melalui proses yang disebut upconversion, nanopartikel ini kemudian mengubah cahaya inframerah menjadi cahaya tampak dengan panjang gelombang sekitar 380 hingga 750 nanometer. Rentang inilah yang dapat dideteksi oleh mata manusia.

Dengan kata lain, lensa ini bekerja seperti penerjemah cahaya: mengubah cahaya yang tidak terlihat menjadi cahaya yang dapat dilihat.


Menariknya, Mata Tetap Bisa Melihat Saat Tertutup

Salah satu aspek paling mengejutkan dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan melihat inframerah justru lebih jelas ketika mata tertutup.

Kelopak mata manusia sebenarnya masih dapat ditembus oleh cahaya inframerah dalam jumlah tertentu. Karena itu, ketika mata tertutup, gangguan dari cahaya tampak menjadi lebih kecil sehingga sinyal inframerah yang diubah oleh nanopartikel dapat terlihat lebih jelas.

Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut memiliki potensi unik dalam berbagai situasi.


Potensi Penggunaan di Masa Depan

Penemuan ini membuka banyak kemungkinan pemanfaatan teknologi di berbagai bidang.

Beberapa di antaranya adalah:

1. Keamanan dan militer
Teknologi ini berpotensi menggantikan perangkat night-vision tradisional yang besar dan berat.

2. Operasi penyelamatan
Tim penyelamat dapat menggunakan teknologi ini untuk mencari korban di tempat gelap atau tertutup asap.

3. Penelitian ilmiah
Para ilmuwan dapat mengamati fenomena yang sebelumnya tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

4. Teknologi wearable masa depan
Lensa kontak semacam ini bisa menjadi bagian dari generasi baru perangkat wearable yang meningkatkan kemampuan sensorik manusia.


Masih dalam Tahap Pengembangan

Meskipun hasil penelitian ini sangat menjanjikan, teknologi lensa kontak inframerah tersebut masih berada pada tahap pengembangan. Para peneliti masih perlu melakukan berbagai pengujian lanjutan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan efektivitasnya dalam penggunaan jangka panjang.

Namun demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa batas kemampuan penglihatan manusia dapat diperluas melalui teknologi.

Jika pengembangan ini berhasil disempurnakan, bukan tidak mungkin suatu hari nanti manusia benar-benar dapat melihat dunia yang selama ini tersembunyi di balik spektrum cahaya yang tak terlihat.**DS

Baca juga artikel lainnya :

5126-kegagalan-james-dyson-yang-mengubah-dunia-vacuum-cleaner