Quraish Shihab Ingatkan Presiden Prabowo: Kekuasaan Bersumber dari Tuhan

Dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Quraish Shihab mengingatkan Presiden Prabowo bahwa kekuasaan berasal dari Tuhan dan harus digunakan untuk menegakkan keadilan.

Mar 13, 2026 - 00:01
 0  3
Quraish Shihab Ingatkan Presiden Prabowo: Kekuasaan Bersumber dari Tuhan
sumber foto : gg

Eksplora.id - Dalam suasana peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, mantan Menteri Agama Indonesia sekaligus ulama terkemuka, M. Quraish Shihab, menyampaikan pesan doa dan nasihat kepada Presiden Prabowo Subianto. Acara yang berlangsung pada Selasa malam (10/3/2026) tersebut menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus pengingat tentang makna kepemimpinan dalam perspektif keagamaan.

Dalam sambutannya, Quraish Shihab menekankan bahwa kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin pada hakikatnya bukanlah milik pribadi, melainkan amanah yang bersumber dari Tuhan. Pesan tersebut disampaikan melalui kisah yang ia dengar dari salah satu gurunya, seorang ulama terkenal asal Mesir.

Kisah Doa dari Seorang Ulama Mesir

Quraish Shihab mengisahkan pengalamannya ketika belajar dari seorang ulama besar Mesir, Muhammad Mutawalli al-Sha'rawi. Ulama yang dikenal luas di dunia Islam tersebut pernah menyampaikan doa kepada seorang presiden Mesir.

Menurut Quraish Shihab, doa itu dimulai dengan kalimat yang sangat sederhana namun memiliki makna mendalam: bahwa kekuasaan sejatinya berasal dari Tuhan.

Ia kemudian menyampaikan pesan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pengingat bahwa jabatan kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Buat Bapak Presiden. Saya punya guru, Syekh Mutawalli asy-Sya'rawi. Beliau pernah berdoa pada Presiden Mesir. Doanya dimulai dengan kalimat ‘kekuasaan bersumber dari Tuhan’,” ujar Quraish Shihab dalam acara tersebut.

Kekuasaan sebagai Amanah Ilahi

Lebih lanjut, Quraish Shihab menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang memperoleh kekuasaan tanpa kehendak Tuhan. Oleh karena itu, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjalankan amanah tersebut.

Menurutnya, kekuasaan seharusnya digunakan untuk menegakkan keadilan dan menciptakan perdamaian di tengah masyarakat.

“Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan. Kalau Yang Mulia mendapatkan jabatan ini untuk menegakkan keadilan dan perdamaian, semoga dibantu Tuhan,” kata Quraish Shihab.

Pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Presiden, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh pemimpin bahwa kekuasaan bukan sekadar posisi politik, melainkan tanggung jawab yang memiliki dimensi spiritual.

Dukungan Moral dari Ulama

Dalam kesempatan itu, Quraish Shihab juga menyampaikan bahwa masyarakat, termasuk para ulama dan tokoh agama, siap memberikan dukungan selama kepemimpinan dijalankan dengan tujuan yang baik.

Ia menegaskan bahwa jika kekuasaan digunakan untuk menegakkan nilai-nilai keadilan dan perdamaian, maka masyarakat juga akan turut membantu dan mendukung.

“Dan kami akan ikut membantu,” ujarnya.

Pernyataan ini mencerminkan harapan agar hubungan antara pemimpin negara dan masyarakat dapat berjalan dalam semangat kerja sama untuk membangun bangsa.

Nuzulul Quran sebagai Momentum Refleksi Kepemimpinan

Peringatan Nuzulul Quran yang memperingati turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sering dijadikan sebagai momen refleksi spiritual bagi umat Islam. Dalam konteks kepemimpinan, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an kerap dijadikan pedoman moral dalam menjalankan amanah.

Acara yang berlangsung di Istana Negara tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang dialog moral antara tokoh agama dan pemimpin negara.

Pesan yang disampaikan Quraish Shihab menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal kekuasaan, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk membawa keadilan, kesejahteraan, dan kedamaian bagi masyarakat.

Dengan demikian, peringatan Nuzulul Quran tahun ini menghadirkan pesan yang kuat: bahwa setiap kekuasaan pada akhirnya adalah amanah dari Tuhan yang harus dijalankan dengan integritas dan kebijaksanaan.**DS

Baca juga artikel lainnya :

takbiran-dan-nyepi-bertepatan-19-maret-2026-pemerintah-siapkan-pengaturan-khusus-di-bali