Nelayan Indonesia di Korsel Dapat Penghargaan Presiden Usai Selamatkan 7 Lansia dari Kebakaran Hutan

Nelayan Indonesia Sugianto (31) mendapat penghargaan Presiden Korea Selatan usai menyelamatkan 7 lansia saat kebakaran hutan di Yeongdeok.

Jan 29, 2026 - 23:59
 0  2
Nelayan Indonesia di Korsel Dapat Penghargaan Presiden Usai Selamatkan 7 Lansia dari Kebakaran Hutan
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - Aksi heroik seorang nelayan asal Indonesia di Korea Selatan menuai apresiasi tinggi dari pemerintah setempat. Sugianto (31), pekerja sektor perikanan di Negeri Ginseng, menerima penghargaan langsung dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, atas keberaniannya menyelamatkan tujuh orang lanjut usia saat kebakaran hutan melanda wilayah Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025 lalu.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Perayaan Tahun Baru 2026 yang digelar di Istana Biru (Cheong Wa Dae), Seoul, pada Jumat (2/1/2026). Kehadiran Sugianto dalam acara kenegaraan itu menjadi sorotan, mengingat statusnya sebagai pekerja migran yang menunjukkan kepedulian kemanusiaan luar biasa di tengah situasi darurat.

Aksi Penyelamatan di Tengah Kepanikan

Kebakaran hutan hebat yang terjadi di Yeongdeok pada Maret 2025 sempat memicu kepanikan warga. Api dengan cepat menjalar akibat angin kencang dan kondisi cuaca kering, mengancam permukiman penduduk, khususnya kawasan yang dihuni para lansia.

Di tengah situasi tersebut, Sugianto yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian, langsung bertindak tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Ia membantu mengevakuasi tujuh orang lansia yang terjebak di area rawan kebakaran, mengarahkan mereka ke tempat yang lebih aman sebelum api semakin membesar.

Keberanian dan ketenangan Sugianto dalam menghadapi situasi darurat itulah yang kemudian mendapat perhatian otoritas setempat dan dilaporkan hingga ke tingkat nasional.

Diapresiasi Langsung Presiden Korea Selatan

Dalam acara resmi Tahun Baru 2026, Presiden Lee Jae Myung secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Sugianto. Pemerintah Korea Selatan menilai tindakan tersebut mencerminkan nilai kemanusiaan universal, tanpa memandang latar belakang kewarganegaraan.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan negara atas kontribusi warga asing yang telah berjasa menyelamatkan nyawa masyarakat Korea.

Bagi Sugianto sendiri, momen tersebut menjadi pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Saya enggak nyangka sampai diakui sama negara orang,” ujar Sugianto saat ditemui pada Minggu (4/1/2026).

Ia mengaku hanya melakukan apa yang menurutnya benar sebagai sesama manusia. Baginya, menyelamatkan nyawa jauh lebih penting daripada memikirkan risiko pribadi.

Kisah Hidup Berpotensi Difilmkan

Tak hanya mendapat penghargaan negara, kisah hidup dan aksi heroik Sugianto kini juga menarik perhatian industri kreatif. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kisahnya tengah dilirik untuk diangkat ke layar lebar, meski masih berada dalam tahap perencanaan awal.

Jika terealisasi, film tersebut diharapkan dapat mengangkat sisi kemanusiaan para pekerja migran Indonesia, sekaligus mempererat hubungan emosional antara masyarakat Indonesia dan Korea Selatan.

Simbol Kepedulian Pekerja Migran

Kisah Sugianto menjadi pengingat bahwa pekerja migran Indonesia tidak hanya berkontribusi secara ekonomi, tetapi juga membawa nilai-nilai kemanusiaan, keberanian, dan solidaritas di negara tempat mereka bekerja.

Aksi penyelamatan ini sekaligus memperkuat citra positif pekerja Indonesia di mata internasional. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pekerja migran, cerita Sugianto hadir sebagai inspirasi bahwa satu tindakan berani dapat membawa dampak besar, bahkan hingga tingkat negara.**DS

Baca juga artikel lainnya :

dampak-ekonomi-global-akibat-kebakaran-los-angeles