Dari Batang Pohon ke Permen: Perjalanan Resin Serangga Bernama Shellac
Shellac adalah resin alami dari serangga lac yang digunakan pada permen, obat, dan pelapis kayu. Ketahui asal-usul, proses pembuatan, dan keamanannya untuk konsumsi.
Eksplora.id - Pernah melihat permen yang tampak sangat mengilap, tidak lengket, dan terlihat “sempurna” di etalase? Cairan lengket yang memunculkan rasa penasaran itu kemungkinan besar berasal dari shellac, sebuah resin alami yang sudah digunakan manusia selama ratusan tahun. Yang mengejutkan, shellac bukan berasal dari tumbuhan atau bahan kimia sintetis, melainkan dari serangga kecil bernama lac atau Kerria lacca.
Meski terdengar tidak biasa, shellac adalah salah satu bahan alami yang perannya sangat luas, mulai dari industri kayu hingga makanan.
Asal-usul Shellac dari Serangga Lac
Serangga lac hidup menempel pada batang pohon tertentu, terutama di wilayah India, Asia Tenggara, dan sebagian Asia Selatan. Dalam siklus hidupnya, serangga ini mengisap getah pohon sebagai sumber nutrisi. Sebagai mekanisme perlindungan diri, lac kemudian mengeluarkan resin alami yang melapisi tubuhnya.
Resin inilah yang lama-kelamaan mengeras di permukaan batang pohon dan dikenal sebagai stick lac. Dalam satu pohon, resin ini dapat menumpuk cukup tebal dan membentuk lapisan lengket yang tampak seperti kerak alami.
Proses Panen yang Masih Tradisional
Saat jumlah resin sudah cukup banyak, pekerja akan mengerok stick lac secara manual dari kulit pohon. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi karena kualitas resin sangat bergantung pada cara pengambilan dan kebersihannya. Di banyak daerah, metode panen masih dilakukan secara tradisional dan turun-temurun.
Resin mentah yang terkumpul belum bisa langsung digunakan. Stick lac harus melalui tahap pemurnian untuk menghilangkan kotoran seperti serpihan kayu, debu, dan sisa serangga.
Dari Resin Mentah Menjadi Shellac Flakes
Pada tahap pemurnian tradisional, stick lac dicuci lalu dipanaskan. Resin kemudian dimasukkan ke dalam kain panjang dan dipanaskan di atas tungku. Saat kain diputar, resin akan meleleh dan menetes keluar sebagai cairan kental berwarna keemasan.
Cairan ini kemudian didinginkan, diregangkan hingga sangat tipis, dan dibiarkan mengering. Setelah kering, lapisan tipis tersebut dipecah menjadi serpihan kecil yang dikenal sebagai shellac flakes. Inilah bentuk shellac yang paling umum diperdagangkan dan digunakan di berbagai industri.
Kegunaan Shellac di Berbagai Industri
Shellac dikenal sebagai bahan serbaguna yang ramah lingkungan. Di dunia pertukangan, shellac digunakan sebagai pelapis kayu alami karena mampu memberikan kilap indah sekaligus melindungi permukaan kayu.
Dalam industri farmasi, shellac dimanfaatkan sebagai pelapis tablet obat untuk melindungi obat dari kelembapan dan membantu mengontrol pelepasan zat aktif. Sementara itu, di industri makanan, shellac berfungsi sebagai food glaze.
Food glaze berbasis shellac sering digunakan pada permen, permen jeli, cokelat, dan buah lapis gula untuk memberikan efek mengilap, mencegah lengket, serta memperpanjang daya simpan produk.
Apakah Shellac Aman Dikonsumsi?
Fakta yang sering membuat orang terkejut adalah bahwa beberapa permen memang menggunakan shellac sebagai bahan tambahan. Meski berasal dari serangga, shellac telah digunakan selama ratusan tahun dan dinyatakan aman dikonsumsi dalam jumlah kecil sesuai standar industri pangan internasional.
Shellac bersifat tidak beracun, tidak diserap tubuh, dan dikeluarkan kembali melalui sistem pencernaan. Namun, karena berasal dari serangga, bahan ini biasanya tidak dikategorikan sebagai vegan.
Tradisi Lama yang Masih Bertahan
Keunikan shellac terletak pada kombinasi antara alam, tradisi, dan teknologi. Dari serangga kecil di batang pohon hingga menjadi bahan penting dalam berbagai produk modern, shellac membuktikan bahwa alam sering menyediakan solusi yang jauh lebih kompleks dan cerdas dari yang kita bayangkan.
Di balik kilap permen atau halusnya lapisan kayu, tersimpan kisah panjang tentang hubungan manusia dengan alam yang telah terjalin selama berabad-abad.**DS
Baca juga artikel lainnya :

