Biji Pepaya, "Emas Hitam" yang Diam-diam Diburu Dunia Medis

Biji pepaya sering dibuang karena dianggap sampah, padahal mengandung enzim papain dan carpaine yang berpotensi membantu kesehatan pencernaan dan liver. Ini fakta ilmiahnya.

Jan 22, 2026 - 19:19
 0  0
Biji Pepaya, "Emas Hitam" yang Diam-diam Diburu Dunia Medis
Gambar oleh sandid dari Pixabay

Eksplora.id - Selama ini, biji pepaya hampir selalu berakhir di tempat sampah. Bentuknya kecil, hitam, berlendir, dan dianggap tidak berguna. Padahal, di balik tampilannya yang kurang menggoda, biji pepaya justru menyimpan potensi kesehatan yang membuat banyak peneliti dunia medis tertarik.

Tak berlebihan jika biji pepaya mulai disebut sebagai “emas hitam” dari dapur tropis.

Bukan Sekadar Limbah Buah

Biji pepaya (Carica papaya) mengandung senyawa aktif penting seperti papain dan carpaine. Papain dikenal sebagai enzim proteolitik yang membantu memecah protein dan mendukung sistem pencernaan. Sementara carpaine adalah senyawa alkaloid yang dalam berbagai studi laboratorium menunjukkan aktivitas antimikroba dan antiparasit.

Karena kandungan inilah, biji pepaya mulai dilirik sebagai bahan alami pendukung kesehatan usus dan hati.

Potensi Melawan Parasit Usus

Beberapa penelitian eksperimental menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya berpotensi membantu menekan pertumbuhan parasit usus. Senyawa aktif di dalamnya dipercaya mampu menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi cacing dan mikroorganisme tertentu.

Di beberapa negara tropis, biji pepaya bahkan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai pendukung kesehatan pencernaan, jauh sebelum suplemen modern marak dipasarkan.

Dukungan untuk Detoksifikasi Liver

Selain pencernaan, biji pepaya juga sering dikaitkan dengan kesehatan hati. Kandungan antioksidan alaminya berperan membantu tubuh melawan stres oksidatif, salah satu faktor yang membebani fungsi liver.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa manfaat ini bersifat pendukung, bukan pengganti pengobatan medis. Konsumsi tetap harus bijak dan tidak berlebihan.

Bisa Jadi Pengganti Lada Alami

Menariknya, biji pepaya tidak harus dikonsumsi mentah. Banyak orang mengeringkannya lalu menumbuknya hingga halus sebagai pengganti lada. Rasanya pedas ringan dengan aroma khas, cocok untuk bumbu masakan sehat.

Cara ini dinilai lebih aman dan praktis, terutama bagi mereka yang ingin memanfaatkan biji pepaya tanpa harus berhadapan dengan teksturnya yang berlendir.

Alami Bukan Berarti Tanpa Batas

Walaupun berasal dari bahan alami, biji pepaya tetap tidak dianjurkan dikonsumsi berlebihan. Beberapa studi menyebutkan bahwa konsumsi dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan efek samping tertentu, terutama bagi ibu hamil dan individu dengan kondisi kesehatan khusus.

Kuncinya adalah moderasi dan kesadaran, bukan konsumsi ekstrem.

Dari Dapur ke Dunia Ilmu

Apa yang dulu dianggap limbah, kini justru menjadi bahan kajian ilmiah. Biji pepaya adalah contoh nyata bahwa alam sering menyimpan manfaat besar di tempat yang paling sering kita abaikan.

Jadi, sebelum membuang biji pepaya berikutnya, mungkin sudah waktunya berpikir ulang. Bisa jadi, “sampah” itu adalah aset kesehatan yang selama ini terlewatkan.**DS

Baca juga artikel lainnya :

durian-gundul-dari-lombok-unik-tanpa-duri-rasa-tetap-juara