Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Kehadiran Pelajar di Jayapura

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Asei Besar, Jayapura, berhasil meningkatkan kehadiran dan semangat belajar 4.000 pelajar di 35 sekolah serta mendukung kualitas pendidikan dan kesehatan anak.

Jan 7, 2026 - 13:45
 0  5
Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Kehadiran Pelajar di Jayapura
sumber foto : gg

Eksplora.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Asei Besar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, menunjukkan dampak nyata terhadap dunia pendidikan. Program ini terbukti mampu meningkatkan kehadiran dan antusiasme belajar ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Sedikitnya 4.000 pelajar dari 35 sekolah menjadi penerima manfaat program tersebut. Para kepala sekolah dan guru mencatat perubahan signifikan dalam kedisiplinan siswa, terutama dalam hal kehadiran dan partisipasi di kelas sejak program MBG berjalan secara rutin.

Asupan Gizi Jadi Kunci Semangat Belajar Siswa

Salah satu persoalan utama yang selama ini dihadapi sekolah adalah banyaknya siswa yang datang belajar dalam kondisi lapar. Faktor ekonomi keluarga dan keterbatasan akses pangan membuat sebagian anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup sebelum berangkat ke sekolah.

Melalui program MBG, siswa memperoleh makanan sehat dan bergizi yang disiapkan secara terpusat oleh SPPG Asei Besar. Asupan tersebut membantu menjaga stamina siswa selama mengikuti pelajaran, meningkatkan konsentrasi, serta memperbaiki suasana hati anak di dalam kelas.

Guru-guru menyampaikan bahwa siswa kini lebih fokus, tidak mudah lelah, dan mampu mengikuti pelajaran hingga jam sekolah berakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

Kehadiran Siswa Meningkat Signifikan

Dampak paling nyata dari program MBG terlihat pada tingkat kehadiran siswa. Jika sebelumnya sejumlah sekolah menghadapi persoalan absensi yang cukup tinggi, kini kehadiran siswa meningkat secara signifikan dan lebih stabil.

Beberapa sekolah bahkan melaporkan tingkat kehadiran mendekati penuh. Siswa menjadi lebih termotivasi untuk datang ke sekolah karena mereka tidak lagi khawatir belajar dalam keadaan lapar.

Kepala sekolah menilai program ini bukan hanya membantu siswa secara fisik, tetapi juga memberi rasa aman dan nyaman bagi anak saat berada di lingkungan sekolah.

Suasana Kelas Lebih Aktif dan Kondusif

Selain kehadiran, perubahan juga terlihat pada perilaku siswa di dalam kelas. Guru mencatat siswa menjadi lebih aktif bertanya, berani mengemukakan pendapat, dan lebih terlibat dalam diskusi pembelajaran.

Kelas yang sebelumnya pasif kini menjadi lebih hidup. Proses belajar mengajar berjalan lebih efektif karena siswa berada dalam kondisi fisik dan mental yang lebih siap. Hal ini memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran sesuai kurikulum.

Dukung Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Anak

Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar, tetapi juga mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Gizi yang cukup dan seimbang menjadi fondasi penting bagi perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, serta kesehatan jangka panjang siswa.

Di wilayah Papua, tantangan pemenuhan gizi anak masih menjadi perhatian. Oleh karena itu, keberadaan SPPG Asei Besar dinilai strategis sebagai pusat pelayanan gizi yang terintegrasi dengan sektor pendidikan.

Harapan Perluasan Program ke Wilayah Lain

Keberhasilan program MBG di Jayapura menjadi contoh bahwa intervensi gizi yang tepat sasaran mampu memberikan dampak luas dan berkelanjutan. Para pendidik berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain yang memiliki tantangan serupa.

Dengan dukungan berkelanjutan, program Makan Bergizi Gratis diyakini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, sehat, dan berkualitas. Anak yang sehat dan tercukupi gizinya adalah kunci lahirnya generasi masa depan yang cerdas, produktif, dan berdaya saing tinggi.**DS

Baca juga artikel lainnya :

pemerintah-siapkan-kuota-umkm-untuk-program-mbg