Peti Mati Unik Ghana: Saat Profesi dan Hobi Menjadi Simbol Perjalanan Terakhir

Peti mati unik di Ghana dibuat menyerupai profesi dan hobi almarhum, dari pesawat hingga sepatu. Tradisi ini menjadi simbol identitas dan penghormatan terakhir.

Feb 7, 2026 - 21:25
 0  3
Peti Mati Unik Ghana: Saat Profesi dan Hobi Menjadi Simbol Perjalanan Terakhir
sumber foto : wikipedia

Eksplora.id - Di banyak budaya, kematian diperlakukan dengan keheningan dan keseragaman. Namun di Ghana, khususnya di wilayah pesisir selatan seperti Accra dan komunitas Ga, kematian justru dirayakan dengan cara yang penuh warna dan makna. Salah satu wujud paling ikonik dari tradisi ini adalah peti mati berbentuk unik yang dibuat menyerupai profesi, hobi, atau identitas hidup seseorang semasa hidupnya.

Di Ghana, peti mati bukan sekadar wadah jasad. Ia adalah cerita terakhir tentang siapa seseorang, apa yang ia cintai, dan bagaimana ia ingin dikenang.


Asal Usul Peti Mati Fantasi di Ghana

Tradisi peti mati unik ini dikenal dengan sebutan “fantasy coffins” atau “figurative coffins”. Praktik ini mulai berkembang pada pertengahan abad ke-20 di kalangan masyarakat Ga, yang memandang kematian sebagai transisi menuju kehidupan spiritual, bukan akhir segalanya.

Bagi masyarakat Ga, pemakaman adalah momen penting untuk menunjukkan status sosial, identitas, dan kontribusi seseorang selama hidup. Karena itu, peti mati dibuat sedemikian rupa agar mencerminkan perjalanan hidup almarhum secara simbolik.


Profesi dan Hobi yang Diabadikan dalam Peti Mati

Keunikan peti mati Ghana terletak pada bentuknya yang sangat personal. Seorang nelayan bisa dimakamkan dalam peti berbentuk ikan raksasa, sementara pilot dimakamkan dalam peti berbentuk pesawat terbang. Petani, pengusaha, sopir, hingga pedagang pasar memiliki desain peti mati yang berbeda-beda.

Tak hanya profesi, hobi dan minat pribadi juga kerap dijadikan inspirasi. Ada peti mati berbentuk sepatu, kamera, botol minuman, telepon genggam, bahkan mobil mewah. Semuanya dibuat secara detail dan penuh warna.

Bagi keluarga, bentuk peti mati tersebut menjadi cara untuk mengatakan, “Inilah dia, inilah hidupnya.”


Proses Pembuatan yang Serius dan Penuh Makna

Meski tampak unik dan terkadang mengundang senyum, pembuatan peti mati di Ghana bukanlah pekerjaan sembarangan. Para pengrajin peti mati dianggap seniman, karena setiap desain dibuat secara manual menggunakan kayu, cat, dan ukiran.

Prosesnya dimulai dari diskusi dengan keluarga almarhum untuk memahami latar belakang, profesi, atau hobi yang paling mencerminkan sosok yang telah meninggal. Setelah itu, desain dibuat dengan ukuran yang tetap memenuhi fungsi peti mati secara sempurna.

Waktu pengerjaan bisa memakan waktu beberapa hari hingga minggu, tergantung tingkat kerumitan desain.


Simbol Kehormatan, Bukan Sekadar Gaya

Bagi masyarakat Ghana, peti mati unik bukanlah bentuk humor atau sensasi. Justru sebaliknya, ia adalah simbol penghormatan tertinggi. Semakin sesuai peti mati dengan identitas almarhum, semakin besar pula penghargaan keluarga terhadap perjalanan hidupnya.

Pemakaman pun sering berlangsung meriah, dengan musik, tarian, dan perayaan yang mencerminkan rasa syukur atas kehidupan yang telah dijalani, bukan hanya duka atas kehilangan.


Dari Tradisi Lokal ke Panggung Dunia

Seiring waktu, peti mati unik Ghana menarik perhatian dunia internasional. Karya para pengrajin mulai dipamerkan di museum seni dan budaya di Eropa, Amerika, dan Asia. Beberapa peti bahkan dipesan sebagai karya seni, bukan untuk pemakaman.

Museum terkenal seperti British Museum dan Centre Pompidou pernah menampilkan peti mati figuratif Ghana sebagai contoh seni kontemporer berbasis tradisi.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya lokal bisa memiliki nilai global tanpa kehilangan makna aslinya.


Antara Kematian dan Identitas Manusia

Tradisi peti mati unik di Ghana mengajarkan sudut pandang yang berbeda tentang kematian. Alih-alih diseragamkan, kematian justru dipersonalisasi. Setiap orang berhak dikenang sesuai jati dirinya, bahkan hingga perjalanan terakhir.

Di tengah dunia modern yang sering memisahkan antara hidup dan kematian secara kaku, masyarakat Ghana menghadirkan pendekatan yang lebih manusiawi—bahwa hidup layak dirayakan sampai titik akhirnya.


Lebih dari Sekadar Peti Mati

Peti mati unik Ghana bukan sekadar benda. Ia adalah pesan budaya bahwa identitas seseorang tidak berhenti saat napas terakhir dihembuskan. Profesi, hobi, dan mimpi tetap menyertai perjalanan spiritual menuju alam berikutnya.

Di Ghana, kematian bukan penutup cerita. Ia adalah bab terakhir yang ditulis dengan warna, simbol, dan makna mendalam—sebuah penghormatan pada kehidupan itu sendiri.**DS

Baca juga artikel lainnya :

fenomena-klaim-penyembuhan-spiritual-yang-menghebohkan-publik-afrika-selatan