Jangan Anggap Remeh GERD, Bahayanya Bisa Sebabkan Henti Napas
GERD bukan sekadar asam lambung biasa. Jika diabaikan, penyakit ini bisa memicu gangguan pernapasan hingga henti napas. Kenali bahaya, gejala, dan cara mencegahnya sejak dini.
Eksplora.id - Penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering dianggap sepele. Banyak orang mengira keluhan ini hanya sebatas rasa perih di dada, mulut pahit, atau sendawa berlebihan. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, GERD bisa menimbulkan komplikasi serius — bahkan berisiko menyebabkan gangguan pernapasan hingga henti napas.
Apa Itu GERD dan Mengapa Bisa Berbahaya?
GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan secara berulang akibat melemahnya katup esofagus bagian bawah. Dalam kondisi normal, katup ini berfungsi mencegah isi lambung naik kembali. Namun saat fungsinya terganggu, asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan, tenggorokan, hingga saluran napas.
Masalahnya, asam lambung bukan hanya merusak saluran cerna, tetapi juga bisa masuk ke saluran pernapasan dan memicu gangguan yang jauh lebih serius.
Hubungan GERD dengan Gangguan Pernapasan
Salah satu komplikasi GERD yang jarang disadari adalah laringofaringeal reflux (LPR), yaitu kondisi saat asam lambung mencapai tenggorokan dan pita suara. Pada kondisi ini, penderita bisa mengalami:
-
Sesak napas tiba-tiba
-
Batuk kronis tanpa sebab jelas
-
Suara serak berkepanjangan
-
Sensasi seperti tersedak, terutama saat tidur
Dalam kasus tertentu, refluks asam dapat memicu laryngospasm, yaitu kejang mendadak pada pita suara yang menyebabkan saluran napas menutup sementara. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat membuat penderita sulit bernapas bahkan mengalami henti napas sesaat.
GERD dan Risiko Henti Napas Saat Tidur
GERD juga sering berkaitan dengan sleep apnea, gangguan pernapasan saat tidur. Asam lambung yang naik ketika tubuh dalam posisi berbaring dapat mengiritasi saluran napas dan memicu refleks penutupan jalan napas.
Akibatnya, penderita bisa terbangun tiba-tiba karena:
-
Napas terasa terhenti
-
Dada terasa tertekan
-
Jantung berdebar
-
Rasa panik dan sesak
Jika kondisi ini terjadi berulang dan tidak ditangani, risiko gangguan jantung, stroke, hingga kematian mendadak bisa meningkat.
Gejala GERD yang Tidak Boleh Diabaikan
Tidak semua GERD ditandai nyeri ulu hati. Beberapa gejala berbahaya yang sering diabaikan antara lain:
-
Sering terbangun malam karena sesak napas
-
Rasa terbakar di dada yang menjalar ke leher
-
Tenggorokan terasa penuh atau mengganjal
-
Batuk kering kronis
-
Napas pendek atau berat
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Pencegahan dan Penanganan GERD yang Tepat
Mengelola GERD tidak cukup hanya dengan obat pereda asam lambung. Perubahan gaya hidup memegang peran besar, seperti:
-
Menghindari makan berlebihan dan makan larut malam
-
Mengurangi makanan pedas, asam, berlemak, dan berkafein
-
Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
-
Menjaga berat badan ideal
-
Mengelola stres dengan baik
Jika keluhan sering kambuh atau disertai gangguan napas, segera konsultasi ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
GERD bukan sekadar penyakit pencernaan biasa. Jika diremehkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah serius yang mengancam nyawa, termasuk gangguan pernapasan hingga henti napas. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan penanganan yang tepat adalah kunci untuk mencegah komplikasi berbahaya di kemudian hari.**DS
Baca juga artikel lainnya :
olahraga-itu-baik-tapi-perlu-pengawasan-agar-tidak-berlebihan

