Diet Carnivore Ramai Diperbincangkan, Pakar Kesehatan Ingatkan Risiko Jangka Panjang

Diet carnivore semakin populer sebagai pola makan ekstrem berbasis produk hewani. Namun, pakar kesehatan mengingatkan potensi risiko jangka panjang dan pentingnya pengawasan medis sebelum menjalani diet ini.

Feb 3, 2026 - 23:47
 0  0
Diet Carnivore Ramai Diperbincangkan, Pakar Kesehatan Ingatkan Risiko Jangka Panjang
sumber foto : gg

Eksplora.id - Diet carnivore kembali menjadi perbincangan publik seiring meningkatnya popularitas pola makan ekstrem di media sosial. Diet ini menekankan konsumsi makanan berbasis hewani seperti daging, ikan, dan telur, serta menghilangkan hampir seluruh asupan nabati.

Meski sejumlah pelaku mengklaim adanya manfaat kesehatan, para ahli gizi dan tenaga medis mengingatkan bahwa diet carnivore masih menyimpan berbagai risiko, terutama jika dijalani dalam jangka panjang tanpa pengawasan profesional.


Apa Itu Diet Carnivore?

Diet carnivore adalah pola makan yang hanya mengandalkan produk hewani. Makanan yang dikonsumsi umumnya meliputi daging merah, unggas, ikan, telur, serta lemak hewani seperti mentega atau lemak sapi.

Sebaliknya, diet ini menghindari konsumsi sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, gula, dan sumber karbohidrat lainnya. Air putih menjadi minuman utama, sementara kopi dan produk susu sering dibatasi atau tidak dikonsumsi sama sekali.


Klaim Manfaat Diet Carnivore

Sebagian pelaku diet carnivore melaporkan sejumlah manfaat yang mereka rasakan, antara lain:

  • Penurunan berat badan dalam waktu relatif singkat

  • Rasa kenyang yang lebih lama akibat asupan protein tinggi

  • Gula darah yang lebih stabil

  • Berkurangnya keinginan mengonsumsi makanan olahan

Kesederhanaan pola makan juga menjadi alasan diet ini diminati karena tidak memerlukan perhitungan kalori yang kompleks.


Peringatan dari Ahli Kesehatan

Meski demikian, para pakar kesehatan menilai diet carnivore berpotensi menimbulkan dampak negatif. Salah satu perhatian utama adalah hilangnya asupan serat, vitamin, dan antioksidan yang umumnya berasal dari bahan pangan nabati.

Konsumsi daging merah dalam jumlah besar juga dikaitkan dengan risiko peningkatan kolesterol, gangguan pencernaan seperti sembelit, serta beban kerja ginjal yang lebih berat pada individu tertentu.

Hingga saat ini, penelitian ilmiah jangka panjang terkait keamanan diet carnivore masih terbatas.


Tidak Dianjurkan untuk Kelompok Tertentu

Tenaga medis menyarankan agar diet carnivore tidak dijalani oleh:

  • Penderita penyakit ginjal dan jantung

  • Ibu hamil dan menyusui

  • Orang dengan gangguan metabolisme tertentu

Sebelum mencoba diet ini, masyarakat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.


Diet carnivore menawarkan pendekatan ekstrem yang menjanjikan hasil cepat bagi sebagian orang, terutama dalam penurunan berat badan. Namun, para ahli menegaskan bahwa pola makan ini tidak bisa disamakan dengan diet seimbang yang telah lama direkomendasikan secara medis.

Pendekatan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan individu tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan jangka panjang.**DS

Baca juga artikel lainnya :

obat-diet-tidak-selamanya-baik-untuk-tubuh