Malteada de Yuca, Milkshake Tradisional Kolombia Berbahan Singkong yang Viral
Malteada de Yuca adalah minuman milkshake tradisional Kolombia berbahan singkong rebus, susu, dan pemanis. Teksturnya kental, creamy, mengenyangkan, dan kini viral di media sosial sebagai kuliner khas Karibia.
Eksplora.id - Di tengah maraknya tren minuman modern berbasis kopi dan cokelat, kuliner tradisional justru kembali mencuri perhatian. Salah satunya adalah Malteada de Yuca, minuman kocok khas Kolombia yang berbahan dasar singkong (yuca). Meski terdengar sederhana, minuman ini dikenal memiliki tekstur yang sangat kental, lembut, dan mengenyangkan—bahkan sering disebut sebagai milkshake “berat” yang bisa menggantikan makanan ringan.
Malteada de Yuca, yang kadang dieja secara fonetik sebagai Maltiada Yuka, merupakan bagian dari warisan kuliner masyarakat Kolombia dan kawasan Karibia. Popularitasnya kini kembali meningkat seiring dengan banyaknya konten kuliner tradisional yang beredar di TikTok dan Instagram.
Singkong, Bahan Lokal yang Naik Kelas
Singkong atau yuca merupakan bahan pangan pokok di banyak negara Amerika Latin, termasuk Kolombia. Dalam Malteada de Yuca, singkong direbus hingga empuk lalu didinginkan sebelum diolah. Proses ini penting untuk menghasilkan tekstur yang halus saat diblender bersama bahan lainnya.
Penggunaan singkong memberi karakter unik pada minuman ini. Tidak seperti milkshake berbahan es krim, Malteada de Yuca memiliki konsistensi yang lebih padat dan rasa yang lebih “berisi”. Karena itu, minuman ini sering dikonsumsi sebagai pengganjal lapar atau sajian sore hari.
Perpaduan Susu dan Rempah yang Lembut
Setelah singkong siap, bahan utama lain yang digunakan adalah susu. Resep tradisional umumnya memadukan susu kental manis dan susu cair, meski beberapa versi rumahan menggunakan susu bubuk yang dilarutkan. Es batu ditambahkan secukupnya untuk memberi sensasi dingin tanpa mengencerkan tekstur.
Untuk memperkaya rasa, sebagian pembuat menambahkan rempah seperti kayu manis atau pala, menciptakan aroma hangat yang kontras dengan suhu minuman. Hasil akhirnya adalah minuman yang creamy, manis, dan lembut di mulut—dalam bahasa lokal sering disebut cremosita.
Arequipe, Sentuhan Manis Khas Kolombia
Salah satu ciri khas Malteada de Yuca adalah penyajiannya yang tidak biasa. Di banyak tempat, bagian dalam gelas diolesi arequipe, yaitu selai susu karamel khas Kolombia. Arequipe memberikan rasa manis yang lebih dalam serta tampilan visual yang menggugah selera.
Ketika diminum, lapisan arequipe bercampur perlahan dengan milkshake singkong, menciptakan kombinasi rasa yang kaya dan memanjakan lidah. Unsur ini pula yang membuat Malteada de Yuca sering disebut sebagai comfort drink tradisional.
Varian Cokelat yang Digemari Anak Muda
Seiring berkembangnya selera generasi muda, Malteada de Yuca juga hadir dalam berbagai variasi. Salah satu yang paling populer adalah malteada de yuca achocolatada, yakni versi dengan tambahan cokelat bubuk atau sirup cokelat.
Varian ini banyak muncul dalam konten media sosial karena dianggap lebih familiar bagi penikmat minuman modern, tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya. Perpaduan singkong dan cokelat menghasilkan rasa unik yang tidak biasa, namun tetap harmonis.
Viral di Media Sosial, Tetap Berakar Tradisi
Popularitas Malteada de Yuca di media sosial bukan sekadar tren sesaat. Banyak kreator kuliner menampilkan minuman ini sebagai contoh bagaimana resep tradisional bisa tetap relevan dan menarik di era digital. Proses pembuatannya yang sederhana, bahan yang mudah ditemukan, serta hasil yang mengenyangkan membuatnya digemari lintas generasi.
Lebih dari sekadar minuman, Malteada de Yuca mencerminkan cara masyarakat Kolombia menghargai bahan lokal dan mengolahnya menjadi sajian bernilai tinggi. Dari dapur tradisional hingga layar ponsel, milkshake singkong ini membuktikan bahwa kuliner sederhana bisa memiliki cerita panjang dan daya tarik global.**DS
Baca juga artikel lainnya :
pemerintah-siapkan-hampir-1-juta-hektare-lahan-untuk-pengembangan-etanol-e10

