Perbedaan Metode Brewing Dalam Penyeduhan Kopi
Dalam dunia kopi, metode brewing atau penyeduhan sangat berpengaruh terhadap cita rasa yang dihasilkan. Dua teknik yang sering digunakan adalah cold brew dan manual brew.

Eksplora.id - Dalam dunia kopi, metode brewing atau penyeduhan sangat berpengaruh terhadap cita rasa yang dihasilkan. Dua teknik yang sering digunakan adalah cold brew dan manual brew. Meskipun keduanya bertujuan untuk mengekstrak rasa terbaik dari biji kopi, terdapat perbedaan mendasar dalam proses, hasil akhir, serta karakteristik rasa yang dihasilkan.
1. Cold Brew: Penyeduhan Dingin yang Lambat
Proses Brewing
Cold brew adalah metode menyeduh kopi dengan air dingin atau suhu ruang dalam waktu lama, biasanya antara 12 hingga 24 jam. Bubuk kopi kasar direndam dalam air tanpa menggunakan panas, lalu disaring setelah proses perendaman selesai.
Karakteristik Rasa
Cold brew menghasilkan rasa yang lebih halus, kurang asam, dan tidak terlalu pahit dibandingkan metode penyeduhan panas. Kopinya memiliki bodi lebih ringan dan sedikit manis secara alami. Cocok diminum dingin, dengan atau tanpa es, serta bisa dicampur dengan susu atau sirup.
Keunggulan Cold Brew
- Lebih tahan lama dan bisa disimpan di kulkas hingga 2 minggu.
- Rendah keasaman, cocok untuk yang memiliki masalah lambung.
- Mudah dibuat dalam jumlah besar untuk konsumsi jangka panjang.
2. Manual Brew: Penyeduhan dengan Teknik dan Kontrol Penuh
Proses Brewing
Manual brew adalah teknik menyeduh kopi secara manual menggunakan air panas, biasanya dengan metode pour-over seperti V60, Kalita Wave, atau Chemex. Penyeduhan ini memerlukan ketelitian dalam takaran kopi, suhu air, dan waktu ekstraksi untuk hasil optimal.
Karakteristik Rasa
Manual brew menghasilkan rasa yang lebih kompleks dan beragam, tergantung metode dan jenis biji kopi yang digunakan. Tingkat keasaman lebih tinggi dibanding cold brew, tetapi tetap bisa dikontrol. Profil rasanya lebih tajam dan jelas, menonjolkan karakter asli dari biji kopi.
Keunggulan Manual Brew
- Lebih cepat, hanya membutuhkan waktu 3 hingga 5 menit.
- Fleksibel, bisa disesuaikan dengan preferensi kekuatan dan karakter rasa.
- Cocok untuk eksplorasi rasa, karena setiap metode manual brew memberikan hasil berbeda.
Cold brew menggunakan air dingin atau suhu ruang dengan waktu brewing yang lama, menghasilkan kopi yang lebih halus, manis alami, dan rendah keasaman. Metode ini cocok bagi yang menyukai kopi dingin yang bisa disimpan lebih lama.
Sementara itu, manual brew menggunakan air panas dengan waktu penyeduhan lebih cepat, menghasilkan kopi dengan rasa lebih kompleks dan tajam. Cocok bagi mereka yang ingin mengeksplorasi berbagai karakter rasa kopi.
Pilihan antara cold brew dan manual brew bergantung pada preferensi masing-masing. Jika menyukai kopi yang ringan dan bisa disimpan lama, cold brew adalah pilihan tepat. Namun, jika ingin pengalaman brewing yang lebih interaktif dengan eksplorasi rasa yang luas, manual brew lebih direkomendasikan.
Baca juga artikel lainnya :
egg coffee vietnam perpaduan unik kopi dan telur yang menggugah selera