Kapur Barus: Tanaman Berharga yang Dicari Dunia, Termasuk Masyarakat Arab
Kapur barus atau kamper (Dryobalanops aromatica) adalah tanaman khas Asia Tenggara yang memiliki nilai tinggi dalam berbagai bidang, mulai dari pengobatan hingga industri.

Eksplora.id - Kapur barus atau kamper (Dryobalanops aromatica) adalah tanaman khas Asia Tenggara yang memiliki nilai tinggi dalam berbagai bidang, mulai dari pengobatan hingga industri. Tanaman ini semakin istimewa karena namanya disebut dalam Al-Qur’an, menjadikannya memiliki nilai spiritual selain manfaat ekonomi. Salah satu alasan utama kapur barus begitu diminati adalah karena tidak semua negara dapat menanamnya, termasuk negara-negara di Timur Tengah. Masyarakat Arab, yang mengenal kapur barus sejak zaman dahulu, harus mengimpor bahan berharga ini dari pusat produksinya, yaitu Indonesia.
Kapur Barus dalam Al-Qur’an
Dalam Surah Al-Insan ayat 5, Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah kafur (kapur barus)." (QS. Al-Insan: 5)
Kata kafur dalam ayat ini merujuk pada kapur barus, yang dalam tafsir Islam disebut sebagai bahan dengan sifat menyejukkan dan menyucikan. Para ulama menjelaskan bahwa penyebutan kapur barus dalam Al-Qur'an menunjukkan betapa istimewanya tanaman ini, baik dari segi manfaat maupun keharuman yang menyegarkan.
Masyarakat Arab dan Kapur Barus
Meskipun kapur barus memiliki peran penting dalam budaya Arab, tanaman ini bukan asli dari Timur Tengah. Pohon kapur barus tumbuh subur di wilayah tropis seperti Sumatra dan Kalimantan, sehingga masyarakat Arab harus mengimpor dari wilayah penghasilnya, terutama Indonesia.
Sejarah mencatat bahwa kapur barus dari Barus, Sumatra Utara, telah menjadi komoditas ekspor utama sejak abad ke-7 Masehi. Pedagang Arab dan Persia berlayar jauh untuk mendapatkan kapur barus berkualitas tinggi, yang mereka gunakan dalam ritual keagamaan, pengobatan, dan pengawetan jasad. Hingga kini, kapur barus masih menjadi barang penting di dunia Arab, baik dalam industri parfum maupun pengobatan tradisional.
Mengapa Kapur Barus Sangat Diminati?
Beberapa alasan mengapa kapur barus tetap menjadi barang berharga di pasar global, termasuk di negara-negara Arab, antara lain:
-
Aroma dan Sifat Penyegar
Kapur barus memiliki aroma khas yang digunakan dalam parfum, dupa, dan berbagai produk pewangi ruangan. Keistimewaan ini membuatnya sangat dicari di industri kosmetik dan wewangian Timur Tengah. -
Penggunaan dalam Pengobatan
Dalam pengobatan tradisional, kapur barus digunakan sebagai antiseptik, obat pereda nyeri, dan penghangat tubuh. Masyarakat Arab memanfaatkannya untuk berbagai terapi kesehatan. -
Bahan dalam Ritual Keagamaan
Kapur barus sering digunakan dalam prosesi pemakaman umat Islam, terutama di negara-negara Arab dan Asia Selatan, sebagai bahan untuk memandikan jenazah sebelum dikafani. -
Keberadaannya yang Terbatas
Karena hanya tumbuh di wilayah tertentu, kapur barus menjadi barang eksklusif yang nilainya terus meningkat. Hal ini membuat Indonesia memiliki keunggulan dalam ekspor kapur barus ke negara-negara yang tidak bisa menanamnya sendiri.
Indonesia sebagai Pusat Kapur Barus Dunia
Sebagai salah satu negara penghasil kapur barus terbaik, Indonesia memiliki peluang besar dalam industri ekspor. Dengan semakin langkanya pohon kapur barus akibat eksploitasi berlebihan, budidaya tanaman ini dapat menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan bagi petani lokal.
Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara lain di Timur Tengah masih menjadi pasar potensial bagi kapur barus Indonesia. Jika dikelola dengan baik, Indonesia dapat kembali menjadi pusat perdagangan kapur barus global, sebagaimana pada masa lalu ketika pedagang Arab dan Persia berbondong-bondong mencari kapur barus ke Nusantara.
Kapur barus bukan sekadar tanaman biasa. Disebut dalam Al-Qur’an dan menjadi bagian penting dalam budaya Arab, tanaman ini memiliki nilai spiritual, sejarah, dan ekonomi yang tinggi. Karena tidak tumbuh di Timur Tengah, masyarakat Arab harus mengandalkan impor dari negara-negara penghasil, terutama Indonesia. Dengan potensi besar yang dimiliki, Indonesia dapat terus mengembangkan budidaya kapur barus dan mengembalikan kejayaannya sebagai pemasok utama kapur barus dunia.
Baca juga artikel lainnya :