Kisah Kopi: Minuman Dunia yang Pertama Kali Diseduh oleh Seorang Muslim di Yaman
Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia saat ini. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa sejarah kopi erat kaitannya dengan dunia Islam, khususnya di Yaman.

Eksplora.id - Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia saat ini. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa sejarah kopi erat kaitannya dengan dunia Islam, khususnya di Yaman. Seorang sufi Muslim bernama Syekh Abu al-Hasan al-Shadhili atau seorang gembala bernama Khaldi kerap dikaitkan dengan penemuan biji kopi, tetapi catatan sejarah lebih banyak merujuk pada peran ulama Yaman dalam menyeduh kopi untuk pertama kalinya.
Awal Mula Kopi di Yaman
Pada abad ke-15, para sufi di Yaman menggunakan kopi sebagai minuman untuk membantu mereka tetap terjaga dalam ibadah malam. Kopi diseduh dari biji tanaman yang berasal dari Ethiopia dan kemudian dibawa ke Yaman melalui perdagangan. Sufi Muslim di daerah ini mulai menggiling dan merebus biji kopi untuk diambil sarinya, menciptakan minuman yang kita kenal sekarang sebagai kopi.
Dikisahkan bahwa seorang sufi dari Yaman, Syekh al-Dhabhani, yang melakukan perjalanan ke Ethiopia, melihat burung-burung yang menjadi lebih aktif setelah memakan biji tertentu. Ia mencoba merebus dan meminum air seduhan biji tersebut, lalu merasakan efek serupa: tubuhnya menjadi lebih segar dan pikirannya lebih jernih. Setelah kembali ke Yaman, ia memperkenalkan minuman ini kepada komunitasnya, dan sejak saat itu kopi mulai populer di kalangan sufi.
Arabica dan Penyebaran Kopi ke Dunia Islam
Kopi yang pertama kali dikembangkan di Yaman berasal dari varietas Coffea arabica, yang kemudian menjadi jenis kopi paling terkenal di dunia. Nama "Arabica" sendiri diambil dari Semenanjung Arab, tempat di mana kopi pertama kali dibudidayakan secara luas sebelum menyebar ke wilayah lain.
Dari Yaman, kopi mulai menyebar ke Mekah, Madinah, dan Kairo melalui para pedagang Muslim. Minuman ini kemudian menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan ritual keagamaan di dunia Islam. Kopi juga mulai dikonsumsi di masjid-masjid dan tempat berkumpulnya para cendekiawan Muslim.
Masuknya Kopi ke Eropa
Pada abad ke-16, kopi mulai masuk ke Eropa melalui perdagangan dengan dunia Islam, terutama melalui Kesultanan Utsmaniyah. Pedagang Venesia menjadi salah satu yang pertama kali memperkenalkan kopi ke Italia, dan dari sana minuman ini menyebar ke Prancis, Jerman, serta negara-negara Eropa lainnya. Pada awalnya, kopi sempat mendapat penolakan di Eropa, tetapi kemudian menjadi populer setelah Paus Clement VIII menyatakan bahwa kopi bukanlah minuman yang haram.
Sejak saat itu, kedai kopi mulai bermunculan di kota-kota besar Eropa seperti London, Paris, dan Wina, menjadikan kopi sebagai bagian dari budaya intelektual dan sosial di Benua Biru.
Kopi dan Tradisi Islam
Dalam sejarahnya, kopi pernah menghadapi penentangan di beberapa wilayah Islam karena efek stimulan yang dimilikinya. Namun, banyak ulama berpendapat bahwa kopi tidak termasuk dalam zat yang diharamkan, karena tidak memabukkan. Bahkan, kopi dianggap membantu dalam ibadah malam dan diskusi intelektual di kalangan Muslim.
Kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga bagian dari sejarah peradaban Islam. Dari tangan para sufi di Yaman, kopi berkembang menjadi minuman yang mendunia. Perjalanan kopi dari dunia Islam ke seluruh dunia menunjukkan betapa besarnya kontribusi peradaban Muslim dalam mengembangkan salah satu minuman paling populer di dunia.
Sekarang, setiap kali Anda menikmati secangkir kopi, ingatlah bahwa minuman ini memiliki akar sejarah yang mendalam, berawal dari seorang Muslim yang pertama kali menyeduhnya di Yaman.
Baca juga artikel lainnya :
paraiso gold coffee kopi eksklusif brasil dengan harga fantastis rp13 juta per 100 gram