Desa Cemenggaon, Bali: Sukses Mengolah 80% Sampah dengan Kearifan Lokal
Desa Adat Cemenggaon di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi contoh sukses dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Eksplora.id - Desa Adat Cemenggaon di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi contoh sukses dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui inovasi lokal yang dikenal sebagai "Pesan Pede" (Pengelolaan Sampah Mandiri Pedesaan), desa ini berhasil mengolah hingga 80% sampah secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Strategi Pengelolaan Sampah di Desa Cemenggaon
1. Konsep Teba Modern: Solusi untuk Sampah Organik
Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah "Teba Modern." Dalam budaya Bali, "teba" adalah halaman belakang rumah yang biasanya digunakan untuk membuang sampah organik. Desa Cemenggaon mengadaptasi konsep ini dengan menggali lubang sedalam 2 hingga 3 meter di setiap rumah warga untuk mengelola sampah organik seperti daun, sisa makanan, dan sesajen. Setelah 6 hingga 12 bulan, sampah ini akan terurai menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk pertanian.
2. Bank Sampah Sami Asri: Memberdayakan Masyarakat dengan Sampah Anorganik
Untuk mengelola sampah anorganik, Desa Cemenggaon membentuk Bank Sampah Sami Asri. Warga diajak untuk memilah sampah plastik, kertas, dan barang-barang daur ulang lainnya. Sampah yang dikumpulkan kemudian dapat ditukar dengan uang, memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program ini. Dengan sistem ini, volume sampah anorganik yang berakhir di TPA dapat dikurangi secara signifikan.
3. Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat
Keberhasilan pengelolaan sampah di Desa Cemenggaon tidak terlepas dari peran aktif masyarakat. Pemerintah desa rutin mengadakan sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Anak-anak sekolah, ibu rumah tangga, hingga para lansia terlibat dalam proses edukasi ini, sehingga budaya peduli lingkungan semakin tertanam di kehidupan sehari-hari.
Dampak Positif dan Penghargaan
Berkat upaya tersebut, Desa Cemenggaon telah berhasil mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA Temesi. Keberhasilan ini mendapatkan pengakuan nasional dengan diraihnya Rekor MURI pada Desember 2022 sebagai "Desa Adat dengan Penanganan Sampah Berbasis Sumber yang Inovatif dan Efektif." Penghargaan ini semakin mengukuhkan Cemenggaon sebagai model desa berkelanjutan yang dapat ditiru oleh daerah lain di Indonesia.
Pengelolaan sampah di Desa Cemenggaon membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas yang memanfaatkan kearifan lokal dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Dengan inovasi seperti "Teba Modern" dan Bank Sampah Sami Asri, desa ini berhasil menciptakan ekosistem yang lebih hijau dan berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menerapkan sistem serupa demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Dengan strategi yang tepat dan keterlibatan masyarakat yang kuat, pengelolaan sampah bukan hanya sekadar upaya membersihkan lingkungan, tetapi juga bisa menjadi peluang ekonomi dan warisan budaya yang lestari.
Baca juga artikel lainnya :