BYD Bangun Pabrik Kendaraan Listrik Senilai Rp 16,38 Triliun di Indonesia, Ditargetkan Selesai Akhir 2025

Perusahaan produsen kendaraan listrik terbesar di China, BYD, mengumumkan rencana ambisiusnya untuk menyelesaikan pembangunan pabrik senilai US$1 miliar (Rp 16,38 triliun) di Indonesia pada akhir tahun 2025

Feb 21, 2025 - 07:30
Feb 21, 2025 - 05:59
 0  43
BYD Bangun Pabrik Kendaraan Listrik Senilai Rp 16,38 Triliun di Indonesia, Ditargetkan Selesai Akhir 2025
sumber foto : gg

Eksplora.id - Perusahaan produsen kendaraan listrik terbesar di China, BYD, mengumumkan rencana ambisiusnya untuk menyelesaikan pembangunan pabrik senilai US$1 miliar (Rp 16,38 triliun) di Indonesia pada akhir tahun 2025. Pabrik ini berlokasi di kawasan industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, dengan luas sekitar 90 hektare dan akan memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan listrik (EV) per tahun. Pabrik ini akan menggunakan teknologi manufaktur canggih berbasis otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Target Operasional pada Awal 2026

Luther T. Panjaitan, Kepala Pemasaran PR & Hubungan Pemerintah BYD Indonesia, mengungkapkan bahwa pabrik ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada awal tahun 2026. Keberadaan fasilitas produksi ini diharapkan dapat mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sekaligus memperkuat posisi BYD di pasar otomotif nasional.

Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Selain meningkatkan produksi kendaraan listrik dalam negeri, pembangunan pabrik BYD juga berpotensi menciptakan sekitar 10.000 lapangan kerja baru serta menarik investasi di sektor rantai pasok industri EV. Dengan kapasitas produksi yang besar, pabrik ini berpeluang menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Dukungan Pemerintah dan Regulasi

Langkah strategis BYD ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang mendorong transisi menuju energi bersih dan elektrifikasi kendaraan. Beberapa kebijakan yang mendukung langkah ini antara lain:

  • Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)

  • Berbagai insentif pajak bagi industri kendaraan listrik

  • Dukungan pengembangan infrastruktur pengisian daya listrik

Pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas untuk menarik investor dalam sektor kendaraan listrik, termasuk pembebasan pajak serta kemudahan regulasi dalam industri EV.

Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia

Dengan semakin berkembangnya industri kendaraan listrik, kehadiran pabrik BYD di Indonesia diharapkan dapat mempercepat adopsi EV di Tanah Air. Langkah ini juga mendukung target pemerintah dalam mengurangi emisi karbon serta ketergantungan pada bahan bakar fosil, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Baca juga artikel lainnya :

peluang indonesia lakukan impor minyak rusia