NGO di Bali Ubah Sampah Plastik Jadi BBM Setara Pertamax

Get Plastic di Bali mengubah sampah plastik menjadi BBM setara Pertamax lewat teknologi pirolisis, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa plastik adalah sumber energi bernilai.

Jan 12, 2026 - 22:18
 0  46
NGO di Bali Ubah Sampah Plastik Jadi BBM Setara Pertamax
sumber foto : pixabay

Eksplora.id - Sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) bernama Get Plastic di Bali menghadirkan solusi inovatif untuk persoalan sampah plastik dengan mengubahnya menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui teknik pirolisis. Teknologi ini memanfaatkan proses pemanasan tanpa oksigen untuk mengurai plastik menjadi bahan bakar cair berkualitas tinggi.

Mesin pirolisis yang dikembangkan Get Plastic mampu mengolah 1 kilogram sampah plastik menjadi sekitar 1 liter BBM, berupa bensin dan solar yang kualitasnya disebut setara Pertamax. BBM hasil olahan ini bahkan dapat langsung digunakan pada kendaraan bermotor tanpa proses lanjutan.

Kapasitas Produksi Harian

Menurut informasi yang dibagikan akun Instagram @vsbang_jek, mesin pirolisis Get Plastic mampu mengolah 15–20 kilogram sampah plastik per hari, dengan hasil BBM berkisar 15–20 liter, tergantung jenis plastik yang diproses.

Kemampuan ini menjadikan teknologi tersebut bukan hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga alternatif energi berbasis limbah yang bernilai ekonomi.

Mengubah Cara Pandang Masyarakat

Berlokasi di Badung, Bali, inisiatif Get Plastic turut mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah plastik. Plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah tak berguna, melainkan sebagai sumber daya energi yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.

“Menariknya masyarakat di sini sudah terbentuk kebiasaan baru bahwa sampah plastik bukan ‘sampah’ melainkan sumber daya berharga yang bisa diolah memberi manfaat dan tidak menjadi timbulan sampah baru lagi,” tulis akun tersebut.

Residu Tetap Dimanfaatkan

Meski proses pirolisis menghasilkan residu berupa black carbon atau abu hitam, limbah ini tidak dibiarkan begitu saja. Get Plastic mengolahnya kembali menjadi berbagai produk kerajinan tangan, seperti asbak dan hiasan, sehingga hampir tidak ada sisa yang terbuang.

Inovasi ini menunjukkan bahwa pendekatan teknologi dan partisipasi masyarakat dapat berjalan beriringan dalam mengatasi krisis sampah plastik sekaligus membuka peluang energi alternatif yang berkelanjutan.**DS

Baca juga artikel lainnya :

sampah-plastik-disulap-jadi-meja-dan-kursi-di-sma-pangudi-luhur