Peluang Indonesia Lakukan Impor Minyak Rusia

JAKARTA – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) angkat bicara terkait peluang pembelian minyak mentah dari Rusia setelah Indonesia resmi menjadi anggota forum ekonomi BRICS. Aliansi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan ini baru-baru ini memperluas keanggotaannya dengan memasukkan Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y. Nasroen, menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk mengimpor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia, selama memenuhi kebutuhan spesifikasi kilang dan mempertimbangkan aspek keekonomian. Pengadaan bahan baku KPI sesuai dengan standar tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). "Proses pengadaan minyak mentah di KPI juga dilakukan dengan memenuhi standar Good Corporate Governance yang berlaku di perusahaan," ungkap Hermansyah.
Indonesia Bebas Aktif Jalin Kerja Sama
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kebijakan bebas aktif dalam hubungan internasional. Hal ini memungkinkan Indonesia menjalin kerja sama dengan negara mana pun selama tidak melanggar aturan internasional. Menurut Bahlil, bergabungnya Indonesia dalam BRICS membuka peluang baru untuk mendapatkan minyak mentah dari Rusia, meski negara tersebut masih berada di bawah sanksi dari negara-negara Barat akibat invasi ke Ukraina. "Ketika kita membangun kerja sama dengan BRICS, dan ada peluang untuk mendapatkan minyak dari Rusia, selama itu sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah, kenapa tidak?" ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (10/1/2025).
Fokus pada Keuntungan Nasional
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan akan terus mengevaluasi peluang, baik dengan negara BRICS maupun Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). "Semua peluang yang menguntungkan Indonesia, baik dari BRICS maupun OECD, akan kami manfaatkan selama tidak melanggar aturan," tambahnya.
Bergabungnya Indonesia dengan BRICS membuka banyak peluang strategis, termasuk kemungkinan impor minyak mentah dari Rusia. Dengan tetap mengedepankan prinsip bebas aktif dan tata kelola yang baik, Indonesia siap menjalin kerja sama yang mendukung kepentingan nasional.