Majalengka Jadi Pusat Clean City Project Jepang, Menuju Kota Rendah Emisi

Kabupaten Majalengka terpilih sebagai pusat Clean City Project kerja sama Indonesia–Jepang dengan teknologi pengolahan sampah tanpa pembakaran, rendah emisi, dan berorientasi pada target Zero Emission 2050.

Jan 12, 2026 - 23:16
 0  25
Majalengka Jadi Pusat Clean City Project Jepang, Menuju Kota Rendah Emisi
sumber foto : gg

Eksplora.id - Kabupaten Majalengka resmi terpilih sebagai pusat pelaksanaan Clean City Project oleh Pemerintah Jepang. Penunjukan ini menjadi pengakuan atas komitmen kuat Pemerintah Daerah Majalengka di bawah kepemimpinan Bupati Eman Suherman dalam menangani persoalan lingkungan secara serius dan berkelanjutan.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi menghadirkan pendekatan baru melalui teknologi inovatif tanpa pembakaran (non-incineration) yang mampu menekan emisi karbon secara signifikan. Metode ini dipandang lebih aman bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan, sekaligus menjadi alternatif modern dari sistem pengolahan sampah konvensional yang selama ini berisiko mencemari udara.


Teknologi Ramah Lingkungan Tanpa Pembakaran

Salah satu keunggulan utama Clean City Project adalah penggunaan teknologi pengolahan sampah yang tidak mengandalkan proses pembakaran. Dengan metode ini, potensi pelepasan emisi berbahaya dapat ditekan, sejalan dengan agenda global dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Teknologi tersebut dirancang untuk mengolah sampah secara efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, sekaligus menjawab tantangan pengelolaan limbah perkotaan yang kian kompleks. Kehadiran teknologi ini di Majalengka menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem persampahan daerah.


Transfer Pengetahuan, Bukan Sekadar Kirim Mesin

Kerja sama dengan Jepang tidak berhenti pada pengadaan teknologi. Pemerintah Jepang juga melakukan transfer pengetahuan dan keahlian secara langsung. Sejumlah teknisi dan SDM lokal Majalengka direncanakan akan dikirim ke Jepang untuk mempelajari manajemen sampah modern, pengoperasian mesin, serta sistem tata kelola lingkungan perkotaan yang terintegrasi.

Langkah ini bertujuan agar proyek Clean City dapat dikelola secara mandiri oleh daerah, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di tingkat global.


Menuju Zero Emission 2050

Clean City Project di Majalengka menjadi bagian dari kontribusi nyata menuju target dunia Zero Emission 2050. Dengan mengurangi emisi dari sektor persampahan, proyek ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap upaya penurunan jejak karbon, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Keberhasilan proyek ini juga membuka peluang bagi daerah lain di Indonesia untuk mereplikasi model pengelolaan sampah yang lebih bersih dan berkelanjutan.


Majalengka Diproyeksikan Jadi Pusat Produksi Teknologi Sampah

Lebih jauh, Majalengka tidak hanya diposisikan sebagai lokasi proyek percontohan. Daerah ini juga diproyeksikan menjadi pusat produksi atau “pabrik” mesin pengolah sampah berteknologi tinggi untuk kebutuhan pasar global.

Jika terealisasi, langkah ini berpotensi mendongkrak perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan aktivitas industri, serta tumbuhnya ekosistem teknologi ramah lingkungan di Majalengka.


Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski tantangan implementasi di lapangan masih menanti—mulai dari kesiapan infrastruktur hingga adaptasi masyarakat—langkah strategis yang dimulai pada awal 2026 ini menempatkan Majalengka sebagai model percontohan nasional dalam pembangunan kota bersih dan rendah emisi.

Dengan dukungan teknologi, peningkatan SDM, serta komitmen kebijakan yang kuat, Majalengka berpeluang menjadi simbol transformasi lingkungan perkotaan Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.**DS

Baca juga artikel lainnya :

gula-cakar-majalengka-si-manis-tradisional-yang-kini-mulai-langka