Telok Ukan, Kuliner Langka Khas Palembang yang Muncul di Momen Spesial

Telok Ukan adalah kuliner khas Palembang dari kawasan Ulu yang terbuat dari telur bebek berisi adonan santan dan pandan.

Jan 1, 2026 - 23:28
 0  1
Telok Ukan, Kuliner Langka Khas Palembang yang Muncul di Momen Spesial
sumber foto : gg

Eksplora.id - Jarang orang tahu, Palembang punya kuliner tradisional unik bernama Telok Ukan. Sekilas terlihat seperti telur biasa, tetapi saat dibuka, isinya justru sama sekali tidak menyerupai telur rebus. Teksturnya lembut, aromanya harum pandan, dan rasanya gurih-manis yang khas. Tak heran jika Telok Ukan sering disebut sebagai salah satu kuliner legendaris Palembang yang mulai langka.

Di kawasan 10 Ulu Palembang, Telok Ukan masih bisa ditemukan, meski hanya pada waktu-waktu tertentu. Kuliner ini bukan makanan harian, melainkan sajian musiman yang sarat nilai tradisi.


Apa Itu Telok Ukan?

Telok Ukan adalah makanan khas Palembang yang berasal dari istilah lokal “Telok Bukan”, yang berarti “bukan telur”. Nama ini muncul karena meskipun menggunakan telur bebek sebagai bahan dasar, hasil akhirnya justru jauh dari bentuk dan tekstur telur pada umumnya.

Telok Ukan biasanya dijajakan berdampingan dengan Telok Abang (telur merah) dan ketan gepit, membentuk satu rangkaian jajanan tradisional yang kental dengan nuansa perayaan dan kebersamaan.


Bentuk dan Tampilan yang Ikonik

Ciri khas Telok Ukan langsung terlihat dari tampilannya. Telur bebek utuh dengan bagian atas cangkangnya disumpal menggunakan gabus atau potongan bambu kecil. Warna isinya cenderung hijau pucat atau kekuningan, hasil dari campuran daun pandan dan daun suji.

Dari luar tampak sederhana, tetapi justru keunikan inilah yang membuat Telok Ukan mudah dikenali oleh masyarakat Palembang.


Rasa Telok Ukan yang Unik dan Lembut

Soal rasa, Telok Ukan sering dibandingkan dengan srikaya, namun dengan karakter yang berbeda. Teksturnya sangat lembut, hampir seperti puding basah, dengan sensasi moist yang menyatu di mulut.

Perpaduan gurih santan, manis ringan, sedikit asin, serta aroma pandan yang kuat menciptakan cita rasa khas yang sulit ditemukan pada makanan lain. Rasa tradisional inilah yang membuat banyak orang rela berburu Telok Ukan meski hanya muncul musiman.


Bahan Utama Telok Ukan

Telok Ukan dibuat dari bahan-bahan sederhana, namun memerlukan ketelitian tinggi dalam prosesnya. Bahan utama yang digunakan antara lain:

  • Telur bebek

  • Santan kental

  • Daun pandan

  • Daun suji

  • Kapur sirih

  • Garam

Tidak ada bahan pengawet atau pewarna buatan, sehingga Telok Ukan benar-benar mengandalkan teknik tradisional dan keseimbangan rasa alami.


Proses Pembuatan yang Tidak Sederhana

Keistimewaan Telok Ukan terletak pada proses pembuatannya. Pertama, telur bebek dilubangi sedikit pada bagian atas cangkang. Isi telur kemudian dikeluarkan dan dikocok bersama santan, air perasan pandan dan suji, kapur sirih, serta garam.

Setelah adonan tercampur rata, cairan tersebut dimasukkan kembali ke dalam cangkang telur. Lubang lalu ditutup dengan gabus atau bambu kecil agar adonan tidak tumpah. Telur kemudian dikukus perlahan hingga matang sempurna.

Proses ini membutuhkan ketelatenan karena suhu dan waktu pengukusan sangat memengaruhi tekstur akhir Telok Ukan.


Kuliner Musiman yang Sarat Makna

Telok Ukan sangat identik dengan bulan Agustus, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada masa ini, Telok Ukan banyak dijajakan di pinggir jalan, termasuk di sekitar kawasan Kantor Wali Kota Palembang.

Selain itu, Telok Ukan juga sering muncul saat bulan Ramadan, menjadi jajanan favorit untuk berbuka puasa. Di luar dua momen tersebut, Telok Ukan terbilang sulit ditemukan, kecuali di pasar tradisional tertentu seperti Pasar 10 Ulu, biasanya pada sore hingga malam hari.


Warisan Kuliner yang Patut Dijaga

Di tengah gempuran makanan modern, Telok Ukan menjadi bukti kekayaan kuliner Palembang yang lahir dari kreativitas dan tradisi lokal. Bukan sekadar makanan, Telok Ukan menyimpan cerita tentang kebiasaan, perayaan, dan identitas masyarakat Palembang, khususnya wilayah Ulu.

Melestarikan Telok Ukan berarti menjaga warisan rasa, teknik, dan filosofi kuliner yang sudah ada sejak lama. Jika suatu saat berkunjung ke Palembang saat Agustusan atau Ramadan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Telok Ukan, telur “bukan telur” yang penuh cerita.**DS

Baca juga artikel lainnya :

bgn-ungkap-gejolak-harga-telur-dan-ayam-presiden-prabowo-instruksikan-perubahan-menu-mbg