Kuliner Indonesia Makin Mendunia: Fenomena Restoran Indonesia di Australia

Restoran dan toko bahan makanan Indonesia mulai bermunculan di pusat kota dan pusat kuliner mainstream, menandakan perubahan signifikan dalam apresiasi kuliner Indonesia.

Mar 16, 2025 - 23:37
 0  10
Kuliner Indonesia Makin Mendunia: Fenomena Restoran Indonesia di Australia
sumber foto : gg

Eksplora.id - Meskipun beberapa cluster restoran Indonesia telah lama berdiri di kota-kota besar Australia, kini fenomena yang lebih luas terlihat. Restoran dan toko bahan makanan Indonesia mulai bermunculan di pusat kota dan pusat kuliner mainstream, menandakan perubahan signifikan dalam apresiasi kuliner Indonesia.

Sejumlah restoran Indonesia bahkan memperluas jangkauan mereka dengan membuka banyak cabang. Contohnya adalah Garam Merica dan D'Penyetz & D'Cendol yang semakin dikenal di berbagai wilayah Australia. Duta Besar Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono, juga mengonfirmasi tren ini, menyatakan bahwa ia sibuk meresmikan restoran dan toko baru sejak menjabat.

Dari Pinggiran ke Pusat Kuliner

Sebelumnya, kuliner Indonesia kurang mendapat perhatian dibandingkan masakan Asia populer lainnya seperti masakan Tiongkok, Jepang, dan Thailand. Laporan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2023 bahkan menyebutnya "secara mencolok absen dari imajinasi kuliner Australia." Namun, hal ini kini berubah seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Australia terhadap rasa otentik dari berbagai daerah di Indonesia.

Winnie Nawei, pendiri Little Indo Town, melihat perubahan ini secara langsung. Ia menyatakan bahwa konsumen Australia kini lebih berani mencoba rasa baru dan kompleks. "Kami menggunakan rempah-rempah tradisional seperti ketumbar, yang memberikan ciri khas pada hidangan kami," jelasnya.

Nawei, yang datang dari Sumatra 15 tahun lalu, juga menekankan pentingnya makanan sebagai penghubung dengan kampung halaman. "Sebagai ekspatriat, kami rindu rasa masakan rumahan. Dengan membuka restoran, kami membawa lebih banyak hidangan otentik dari berbagai daerah di Indonesia," katanya.

Didukung oleh Komunitas dan Populasi yang Meningkat

Pertumbuhan populasi Indonesia di Australia menjadi salah satu faktor pendorong utama tren ini. Menurut data Departemen Dalam Negeri Australia, jumlah warga Indonesia di Australia meningkat 30,2% dalam dekade terakhir. Peningkatan jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Australia juga turut membantu dalam mempromosikan kuliner Indonesia.

Selain itu, meningkatnya jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Australia juga berkontribusi terhadap permintaan kuliner Indonesia. Banyak dari mereka mencari rasa makanan yang familiar dan turut mengenalkan teman-teman mereka dari berbagai negara terhadap kuliner khas Nusantara.

Gastrodiplomasi: Makanan sebagai Jembatan Budaya

Fenomena ini lebih dari sekadar tren kuliner. Ini adalah bentuk "gastrodiplomasi," di mana makanan menjadi alat diplomasi budaya yang efektif. Dengan semakin banyaknya restoran yang menawarkan hidangan otentik, masyarakat Australia semakin mengenal dan menghargai kekayaan kuliner Indonesia. Hal ini menciptakan jembatan budaya yang memperkuat hubungan antara Indonesia dan Australia melalui rasa dan pengalaman kuliner.

Dengan popularitasnya yang terus meningkat, kuliner Indonesia kini tidak lagi menjadi pilihan eksotis, melainkan bagian dari lanskap kuliner global yang semakin dihargai.

Baca juga artikel lainnya :

barongko kuliner kerajaan bugis yang tetap lestari