Sejarah Awal Mula Ketupat: Dari Tradisi Leluhur hingga Simbol Keislaman

Ketupat merupakan makanan tradisional khas Nusantara yang sangat identik dengan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Mar 31, 2025 - 23:56
 0  19
Sejarah Awal Mula Ketupat: Dari Tradisi Leluhur hingga Simbol Keislaman
Sumber foto : Istock

Eksplora.id - Ketupat merupakan makanan tradisional khas Nusantara yang sangat identik dengan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, jauh sebelum Islam masuk ke Indonesia, ketupat sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat kepulauan Melayu. Seiring waktu, makanan ini berkembang dan memperoleh makna filosofis yang lebih dalam, terutama setelah dikenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai bagian dari dakwah Islam di tanah Jawa.


Asal-Usul Ketupat di Nusantara

1. Ketupat Sebelum Islam Masuk

Sebelum agama Islam berkembang di Nusantara, masyarakat Austronesia, termasuk di wilayah Indonesia, sudah mengenal teknik memasak nasi dalam wadah alami seperti daun kelapa, bambu, atau kulit kayu. Teknik ini bertujuan untuk menjaga ketahanan makanan dalam perjalanan jauh atau sebagai persembahan dalam upacara adat.

Di beberapa daerah, seperti Bali dan Lombok, makanan serupa ketupat disebut tipat dan sering digunakan dalam ritual keagamaan Hindu. Sementara itu, di Jawa dan Sumatra, nasi berbungkus daun dikenal dalam berbagai bentuk seperti lemang dan lontong, yang masih bertahan hingga kini.

2. Peran Sunan Kalijaga dalam Penyebaran Ketupat

Pada abad ke-15 hingga ke-16, saat Islam mulai berkembang pesat di Jawa, Sunan Kalijaga memperkenalkan konsep ketupat sebagai bagian dari tradisi Lebaran. Ia menggunakan ketupat sebagai simbol pengampunan dan kesucian setelah menjalani puasa Ramadhan.

Sunan Kalijaga mempopulerkan dua tradisi yang berkaitan dengan ketupat, yaitu:

  • Bakul Kupat – Tradisi membuat dan membagikan ketupat kepada tetangga setelah Lebaran sebagai simbol berbagi rezeki dan mempererat tali silaturahmi.

  • Lebaran Ketupat – Perayaan yang dilakukan satu minggu setelah Idul Fitri, khususnya di kalangan masyarakat pesisir Jawa. Hingga kini, tradisi ini masih dilestarikan di daerah seperti Demak, Kudus, dan Gresik.


Makna Filosofis Ketupat

Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

1. Simbol Pengakuan Kesalahan

Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat, yang merupakan kependekan dari "ngaku lepat", yang berarti mengakui kesalahan. Filosofi ini menekankan pentingnya saling memaafkan dan introspeksi diri setelah bulan Ramadhan.

2. Anyaman Daun Kelapa sebagai Simbol Kerumitan Hidup

Daun kelapa yang dianyam melambangkan kompleksitas kehidupan manusia. Hidup penuh dengan masalah, kesalahan, dan dosa, tetapi setelah melalui berbagai cobaan, seseorang bisa kembali menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Beras dalam Ketupat sebagai Simbol Kesucian

Beras yang tersimpan di dalam ketupat melambangkan hati yang bersih setelah menjalani ibadah puasa. Saat ketupat dibuka, nasi putih yang muncul menjadi simbol kembali ke fitrah atau kesucian manusia.


Ketupat dalam Berbagai Tradisi di Indonesia

Setiap daerah memiliki cara unik dalam mengolah dan menyajikan ketupat. Berikut adalah beberapa variasi ketupat yang populer di Indonesia:

1. Ketupat Lebaran (Jawa dan Madura)

  • Disajikan dengan opor ayam, sambal goreng ati, dan kerupuk udang.

  • Biasanya dibuat dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga dan tetangga.

2. Ketupat Sayur (Betawi & Sumatra)

  • Dihidangkan dengan kuah santan, tahu, tempe, dan daging sapi atau ayam.

  • Menjadi hidangan khas saat Lebaran atau acara keluarga.

3. Tipat (Bali & Lombok)

  • Ketupat khas Bali yang sering disajikan dengan sate lilit atau lawar.

  • Digunakan dalam ritual keagamaan Hindu.

4. Ketupat Kandangan (Kalimantan Selatan)

  • Dihidangkan dengan ikan gabus berkuah santan.

  • Biasanya disantap sebagai makanan khas saat Idul Fitri atau acara adat.


Ketupat bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga simbol budaya dan keagamaan yang kaya akan makna. Dari warisan leluhur hingga menjadi bagian dari tradisi Islam, ketupat tetap lestari sebagai lambang kebersamaan, pengampunan, dan kesucian. Tradisi ini terus dijaga oleh masyarakat Nusantara, menjadikannya salah satu ikon kuliner dan budaya yang tak lekang oleh waktu.

Baca juga artikel lainnya :

7 makanan dan kue yang dikira asli indonesia ternyata warisan belanda