Muara Enggelam: Desa Unik yang Mengapung di Atas Air

Muara Enggelam adalah sebuah desa unik yang terletak di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Mar 22, 2025 - 23:35
 0  8
Muara Enggelam: Desa Unik yang Mengapung di Atas Air
sumber foto : gg

Eksplora.id - Muara Enggelam adalah sebuah desa unik yang terletak di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Desa ini dikenal sebagai "desa tanpa daratan" karena seluruh pemukimannya berada di atas air, tepatnya di tengah Danau Melintang yang luasnya sekitar 11.000 hektar. Tidak seperti desa-desa pada umumnya yang memiliki lahan untuk jalan dan taman, Muara Enggelam benar-benar bergantung pada perairan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari penduduknya.

Kehidupan di Atas Air

Kondisi geografis Muara Enggelam yang seluruhnya berada di atas air memaksa penduduknya untuk beradaptasi dengan kehidupan unik ini. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan, menangkap ikan sebagai sumber utama pendapatan mereka. Hasil tangkapan seperti ikan baung, patin, dan toman menjadi komoditas yang banyak dijual ke pasar di daerah sekitarnya.

Selain nelayan, ada juga masyarakat yang berprofesi sebagai petani keramba. Mereka membudidayakan ikan air tawar dengan menggunakan jaring terapung yang dipasang di sekitar rumah mereka. Sistem budidaya ini menjadi salah satu solusi bagi penduduk dalam mempertahankan ekonomi lokal mereka.

Infrastruktur dan Transportasi

Karena tidak memiliki daratan, transportasi utama di Muara Enggelam menggunakan perahu kayu atau sampan bermotor yang disebut "ketinting". Perahu ini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari berangkat ke sekolah, mengunjungi tetangga, hingga berdagang hasil tangkapan ke pasar terdekat.

Rumah-rumah di desa ini dibangun di atas tiang-tiang kayu ulin yang kokoh, menjadikannya tampak terapung di atas air. Kayu ulin dipilih karena terkenal tahan air dan kuat, sehingga mampu bertahan dalam kondisi perairan yang selalu berubah. Selain rumah, fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan pusat kesehatan juga berdiri di atas struktur serupa, memastikan kebutuhan dasar penduduk tetap terpenuhi meskipun mereka tinggal jauh dari daratan utama.

Pendidikan dan Fasilitas Umum

Di Muara Enggelam, anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun mereka harus menempuh perjalanan dengan perahu setiap harinya. Sekolah di desa ini dibangun dengan model yang sama seperti rumah penduduk, berdiri di atas air dengan pondasi kayu ulin yang kuat. Para guru yang mengajar di sini harus menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi unik desa.

Selain itu, desa ini juga memiliki pusat kesehatan sederhana yang berfungsi untuk melayani kebutuhan medis masyarakat. Jika terjadi keadaan darurat, pasien harus dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih besar di daerah Muara Wis atau Kota Tenggarong dengan menggunakan perahu bermotor.

Wisata dan Keindahan Alam

Muara Enggelam tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi masyarakatnya tetapi juga menarik perhatian wisatawan yang ingin melihat langsung kehidupan di desa terapung. Keindahan Danau Melintang yang luas, dengan rumah-rumah kayu terapung yang berjajar rapi, menciptakan pemandangan yang eksotis dan unik.

Banyak wisatawan datang untuk menikmati sensasi berperahu di tengah desa, melihat aktivitas sehari-hari penduduk, hingga mencicipi kuliner khas berbahan dasar ikan segar yang diolah dengan bumbu tradisional Kalimantan. Selain itu, matahari terbenam di atas Danau Melintang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta fotografi.

Tantangan dan Harapan

Meski memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, kehidupan di Muara Enggelam tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah akses terhadap infrastruktur modern, seperti listrik dan jaringan internet yang masih terbatas. Selain itu, perubahan iklim dan naik turunnya permukaan air danau juga berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada hasil tangkapan ikan.

Namun, dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun, penduduk Muara Enggelam terus beradaptasi dan mencari solusi untuk menghadapi tantangan tersebut. Pemerintah daerah pun telah mulai mengembangkan program-program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa ini, termasuk bantuan bagi nelayan dan peningkatan akses pendidikan serta layanan kesehatan.

Muara Enggelam menjadi bukti bahwa manusia mampu hidup berdampingan dengan alam dalam kondisi yang unik. Desa ini tidak hanya menarik perhatian sebagai salah satu permukiman terapung terbesar di Indonesia, tetapi juga sebagai contoh keberlanjutan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi lingkungan yang penuh tantangan.

Baca juga artikel lainnya :

pegawai otorita ikn mulai berkantor penuh di nusantara pekan ini