Perbandingan Gaji Tukang Sampah di Indonesia dan Inggris: Jauh Berbeda?
Profesi tukang sampah sering kali dipandang sebelah mata, padahal peran mereka sangat vital dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Eksplora.id - Profesi tukang sampah sering kali dipandang sebelah mata, padahal peran mereka sangat vital dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Namun, penghargaan terhadap pekerjaan ini berbeda di setiap negara, termasuk dalam aspek gaji dan kesejahteraan. Artikel ini akan membahas perbandingan gaji tukang sampah di Indonesia dan Inggris serta faktor yang mempengaruhinya.
Gaji Tukang Sampah di Indonesia
Di Indonesia, tukang sampah umumnya bekerja di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau sebagai pekerja lepas yang dikelola oleh komunitas dan sektor swasta. Berdasarkan data terbaru, rata-rata gaji tukang sampah di Indonesia berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta per bulan, tergantung pada wilayah dan kebijakan pemerintah daerah.
Beberapa faktor yang mempengaruhi gaji tukang sampah di Indonesia antara lain:
- Lokasi kerja – Tukang sampah di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya cenderung mendapatkan gaji lebih tinggi dibanding di daerah pedesaan.
- Status kepegawaian – Pegawai tetap yang bekerja di bawah pemerintah daerah biasanya memiliki gaji lebih stabil dibandingkan dengan tenaga honorer atau pekerja lepas.
- Sistem insentif – Beberapa daerah memberikan tunjangan atau insentif tambahan berdasarkan kinerja dan lama kerja.
Sayangnya, selain gaji yang relatif rendah, pekerja di sektor ini sering kali menghadapi masalah seperti kurangnya perlindungan kesehatan, jam kerja panjang, serta minimnya fasilitas kerja yang memadai.
Gaji Tukang Sampah di Inggris
Berbeda dengan di Indonesia, di Inggris profesi tukang sampah (disebut juga waste collector atau refuse collector) memiliki standar gaji yang lebih tinggi dan jaminan kerja yang lebih baik. Berdasarkan data dari situs pekerjaan seperti Glassdoor dan Indeed, gaji tukang sampah di Inggris rata-rata £21.000 hingga £30.000 per tahun atau sekitar Rp400 juta hingga Rp600 juta per tahun. Jika dihitung per bulan, mereka bisa mendapatkan sekitar £1.750 hingga £2.500 (Rp33 juta hingga Rp50 juta).
Beberapa faktor yang mempengaruhi gaji tukang sampah di Inggris:
- Sistem upah minimum – Inggris memiliki upah minimum yang cukup tinggi, sehingga gaji tukang sampah relatif layak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
- Fasilitas dan tunjangan – Tukang sampah di Inggris biasanya mendapatkan fasilitas seperti asuransi kesehatan, dana pensiun, dan perlengkapan kerja yang memadai.
- Jam kerja dan shift – Pekerjaan ini umumnya dilakukan dalam shift pagi atau malam, dengan jam kerja yang lebih teratur dibandingkan di negara berkembang.
Selain gaji yang lebih tinggi, tukang sampah di Inggris juga mendapatkan penghormatan yang lebih baik dari masyarakat karena dianggap sebagai bagian dari layanan publik yang penting.
Perbandingan Beban Kerja dan Penggunaan Teknologi
Perbedaan gaji tukang sampah di kedua negara juga dipengaruhi oleh beban kerja dan teknologi yang digunakan.
- Di Indonesia, sistem pengelolaan sampah masih banyak yang menggunakan metode manual. Banyak tukang sampah yang harus mengangkat sampah secara langsung ke dalam truk dan bekerja dalam kondisi lingkungan yang kurang higienis. Selain itu, fasilitas seperti alat pelindung diri (APD) masih minim, sehingga pekerja lebih rentan terkena penyakit akibat paparan limbah.
- Di Inggris, pengelolaan sampah sudah lebih maju dengan sistem mekanisasi. Truk pengangkut sampah biasanya dilengkapi dengan lengan hidrolik otomatis yang dapat mengangkat dan membuang sampah langsung ke dalam bak truk tanpa perlu pekerja mengangkatnya secara manual. Hal ini membuat pekerjaan lebih efisien dan mengurangi risiko cedera atau kelelahan.
Dengan perbedaan ini, meskipun gaji tukang sampah di Inggris lebih tinggi, mereka juga memiliki sistem kerja yang lebih ringan dan aman dibandingkan di Indonesia.
Regulasi Ketenagakerjaan: Indonesia vs Inggris
Regulasi ketenagakerjaan juga menjadi faktor utama dalam perbedaan kesejahteraan tukang sampah di kedua negara.
- Di Indonesia, pekerja sektor ini sering kali dipekerjakan sebagai tenaga kontrak atau harian, tanpa jaminan kerja yang jelas. Banyak tukang sampah yang tidak mendapatkan asuransi kesehatan, tunjangan pensiun, atau hak cuti yang layak. Perlindungan tenaga kerja pun masih minim, sehingga jika terjadi kecelakaan kerja, banyak dari mereka yang harus menanggung biaya sendiri.
- Di Inggris, regulasi ketenagakerjaan sangat ketat dan melindungi hak-hak pekerja. Setiap pekerja, termasuk tukang sampah, berhak mendapatkan upah minimum, asuransi kesehatan, tunjangan hari tua, dan perlindungan kerja dari pemerintah. Jika terjadi kecelakaan kerja, mereka juga berhak mendapatkan kompensasi.
Regulasi yang lebih baik inilah yang membuat pekerja di Inggris memiliki standar hidup yang lebih tinggi meskipun mereka bekerja di sektor yang sama dengan pekerja di Indonesia.
Perbedaan gaji tukang sampah di Indonesia dan Inggris sangat mencolok, dengan pekerja di Inggris mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar serta perlindungan kerja yang lebih baik. Faktor utama yang menyebabkan perbedaan ini adalah:
✅ Standar upah minimum yang lebih tinggi di Inggris
✅ Penggunaan teknologi yang lebih canggih sehingga beban kerja lebih ringan
✅ Regulasi ketenagakerjaan yang lebih kuat di Inggris dibandingkan di Indonesia
Dengan kondisi ini, tukang sampah di Inggris memiliki kehidupan yang lebih layak dibandingkan di Indonesia. Namun, hal ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor ini dengan memberikan gaji yang lebih layak, perlindungan kerja yang lebih baik, serta memperbaiki sistem pengelolaan sampah agar lebih modern dan efisien.
Baca juga artikel lainnya :