Desa Legung Timur: Tradisi Unik Tidur di Atas Pasir
Desa Legung Timur, yang terletak di Kecamatan Batang-Batang, memiliki kebiasaan yang tidak biasa bagi masyarakat pada umumnya: hampir seluruh warganya tidur beralaskan pasir.

Eksplora.id - Di Kabupaten Sumenep, Madura, terdapat sebuah desa dengan tradisi unik yang telah berlangsung turun-temurun. Desa Legung Timur, yang terletak di Kecamatan Batang-Batang, memiliki kebiasaan yang tidak biasa bagi masyarakat pada umumnya: hampir seluruh warganya tidur beralaskan pasir. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi telah menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Asal Usul dan Proses Persiapan Pasir
Pasir yang digunakan sebagai alas tidur tidak diambil secara sembarangan. Warga desa biasanya mengambil pasir dari Gunung Pasir di Desa Legung Barat atau dari Pantai Lombang, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari desa mereka. Pasir dari Pantai Lombang dikenal berwarna putih kecokelatan dengan tekstur yang lembut dan halus, menjadikannya pilihan utama untuk digunakan di rumah.
Sebelum digunakan, pasir ini terlebih dahulu diayak dan dibersihkan dari kotoran serta material laut lainnya agar tetap higienis. Warga juga secara rutin mengganti pasir di dalam rumah mereka untuk menjaga kebersihan dan kenyamanannya. Meskipun terkesan sederhana, persiapan pasir ini dilakukan dengan teliti agar tetap layak digunakan sebagai alas tidur.
Mengapa Tidur di Atas Pasir?
Meskipun memiliki kasur konvensional, warga Desa Legung Timur tetap memilih tidur di atas pasir karena beberapa alasan utama:
-
Kenyamanan dan Kesejukan
Pasir memiliki sifat alami yang menyesuaikan suhu lingkungan. Saat cuaca panas, pasir terasa sejuk, sedangkan saat cuaca dingin, pasir dapat memberikan rasa hangat yang nyaman. -
Manfaat Kesehatan
Beberapa warga percaya bahwa tidur di atas pasir dapat membantu meredakan nyeri tubuh dan meningkatkan sirkulasi darah. Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat, keyakinan ini tetap menjadi bagian dari tradisi lokal yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan. -
Bagian dari Kearifan Lokal
Tidur di atas pasir sudah menjadi tradisi yang diwariskan dari leluhur mereka. Ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang ingin terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Struktur Rumah dan Penggunaan Pasir
Rumah-rumah di Desa Legung Timur biasanya memiliki satu ruangan khusus yang beralaskan pasir. Ruangan ini digunakan tidak hanya untuk tidur, tetapi juga untuk bersantai, menerima tamu, atau berkumpul bersama keluarga. Beberapa rumah bahkan menyediakan bantal dan guling di atas pasir, menciptakan suasana yang nyaman layaknya kamar tidur pada umumnya.
Di pekarangan rumah, warga juga sering menyiapkan hamparan pasir yang digunakan untuk beristirahat di siang hari. Ini menjadi tempat favorit bagi anak-anak untuk bermain dan bagi orang dewasa untuk melepas lelah setelah seharian bekerja.
Pelestarian Tradisi dan Harapan ke Depan
Sebagai salah satu kearifan lokal yang unik, tradisi tidur di atas pasir di Desa Legung Timur menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa wisatawan yang datang ke desa ini dibuat kagum oleh kebiasaan yang tidak biasa ini. Warga berharap bahwa tradisi ini bisa terus dilestarikan oleh generasi muda agar tetap menjadi bagian dari budaya mereka.
Dengan semakin berkembangnya modernisasi, beberapa rumah di desa ini mulai beralih ke tempat tidur konvensional. Namun, mayoritas warga masih setia pada tradisi ini karena manfaat dan kenyamanan yang mereka rasakan.
Tradisi tidur di atas pasir bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga mencerminkan bagaimana masyarakat Legung Timur menjaga warisan budaya mereka. Kebiasaan ini adalah bukti bahwa nilai-nilai lokal yang unik tetap bisa bertahan meskipun zaman terus berubah.
Baca juga artikel lainnya :
nasi singkong dan kaldu kokot makanan khas madura yang mulai dikenal luas