Pengguna TikTok Amerika Beralih ke Aplikasi Rednote

Eksplora.id - Dalam beberapa minggu terakhir, banyak pengguna TikTok di Amerika Serikat mulai beralih ke Rednote, aplikasi media sosial asal Tiongkok yang juga dikenal dalam bahasa Mandarin sebagai Xiaohongshu. Perpindahan ini terjadi setelah meningkatnya pembicaraan mengenai kemungkinan pelarangan TikTok oleh pemerintah AS, yang menganggap aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan data pribadi pengguna bagi kepentingan pemerintah Tiongkok serta adanya potensi ancaman terhadap keamanan nasional.
Lonjakan Unduhan Rednote di AS
Rednote, yang populer di Tiongkok sebagai platform untuk konten gaya hidup, perjalanan, dan rekomendasi produk, mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah unduhan di App Store AS. Dalam waktu hanya satu minggu setelah pembicaraan tentang pelarangan TikTok mencuat, aplikasi ini mencatatkan lebih dari 500.000 unduhan. Hal ini menjadikannya aplikasi media sosial dengan jumlah unduhan tertinggi di kategori tersebut.
Pengungsi TikTok Menggunakan Alat Terjemahan untuk Beradaptasi
Para pengguna TikTok, yang kini menyebut diri mereka sebagai "pengungsi TikTok," mulai menjelajahi Rednote meskipun mayoritas kontennya menggunakan bahasa Mandarin. Mereka memanfaatkan alat terjemahan bawaan di platform untuk memahami deskripsi produk, ulasan perjalanan, dan komentar-komentar dari komunitas. Alat terjemahan ini memungkinkan mereka untuk tetap mengikuti tren yang berkembang dan berpartisipasi aktif dalam diskusi di platform tersebut.
Rednote: Peluang dan Tantangan di Pasar Global
Bagi banyak pengguna TikTok, Rednote menawarkan kesempatan untuk membangun kembali komunitas yang telah mereka bentuk selama bertahun-tahun. Mereka berbagi konten serupa, seperti tarian, tutorial singkat, hingga gaya hidup, sembari menyesuaikan diri dengan estetika khas Rednote yang berbeda dari TikTok. Selain itu, sebagian orang melihat perpindahan ini sebagai bentuk protes terhadap keputusan pemerintah AS yang membatasi kebebasan berekspresi mereka.
Tantangan dan Kekhawatiran Keamanan Data
Namun, lonjakan popularitas Rednote di luar Tiongkok membawa beberapa tantangan baru. Kekhawatiran tentang keamanan data pengguna kembali mencuat, mirip dengan isu TikTok. Rednote juga harus menghadapi tantangan dalam menyesuaikan algoritma dan fitur-fiturnya agar sesuai dengan preferensi audiens global. Ini termasuk kebutuhan untuk menyediakan lebih banyak fitur berbahasa Inggris dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal di negara-negara baru.
Pelarangan TikTok di AS telah memunculkan diskusi yang lebih luas mengenai ketergantungan masyarakat pada aplikasi media sosial tertentu dan dampak geopolitik yang mungkin memengaruhi pengalaman digital pengguna. Rednote, meskipun baru dikenal luas di luar Tiongkok, kini menjadi simbol pergeseran tren digital. Sementara itu, tantangan adaptasi, keamanan data, dan perbedaan budaya tetap menjadi hambatan bagi aplikasi ini dalam meraih sukses di pasar global.