Mengenal Sengis, Si Kecil yang Masih Satu Keluarga dengan Gajah
Sengis adalah hewan mungil mirip tikus yang ternyata masih satu garis keturunan dengan gajah. Kenali fakta unik, habitat, dan keistimewaan sengis.
Eksplora.id - Kalau kamu melihat hewan kecil seukuran tikus dengan hidung panjang seperti belalai mini, kemungkinan besar kamu sedang melihat sengis. Sekilas, hewan ini tampak seperti tikus atau celurut. Tapi jangan salah, secara evolusi sengis justru lebih dekat kekerabatannya dengan gajah dibandingkan tikus.
Fakta ini sering bikin orang tercengang. Bagaimana mungkin hewan mungil yang bisa digenggam tangan masih satu keluarga dengan mamalia darat terbesar di dunia?
Apa Itu Sengis?
Sengis dikenal juga dengan nama elephant shrew atau gajah tikus, meski sebutan itu sedikit menyesatkan. Secara ilmiah, sengis termasuk dalam ordo Macroscelidea, kelompok mamalia kecil yang hidup di Afrika.
Nama “elephant shrew” muncul karena bentuk moncongnya yang memanjang dan fleksibel, menyerupai belalai mini gajah. Moncong ini bukan sekadar hiasan, tapi alat penting untuk mencari makanan di sela dedaunan dan tanah.
Bukan Tikus, Bukan Celurut
Walaupun bentuk tubuhnya mirip tikus, sengis tidak berkerabat dekat dengan tikus maupun celurut. Justru, secara genetika, sengis berada dalam kelompok besar mamalia yang disebut Afrotheria, bersama gajah, manatee, dan hyrax.
Kelompok ini menunjukkan bahwa ukuran tubuh tidak selalu mencerminkan hubungan evolusi. Sengis adalah bukti hidup bahwa garis keturunan bisa berkembang ke arah yang sangat berbeda selama jutaan tahun.
Belalai Mini yang Super Lincah
Ciri paling mencolok dari sengis adalah moncongnya yang panjang dan lentur. “Belalai mini” ini digunakan untuk mendeteksi serangga, cacing, dan invertebrata kecil yang menjadi makanan utamanya.
Gerakannya cepat dan presisi. Sengis bisa mengendus, mengorek, dan mengambil makanan hanya dalam hitungan detik. Kombinasi belalai kecil dan refleks cepat membuatnya sangat efisien sebagai pemburu serangga.
Lincah, Cerdas, dan Penuh Rasa Ingin Tahu
Jangan remehkan tubuh kecilnya. Sengis dikenal sangat gesit, bahkan termasuk salah satu mamalia kecil tercepat relatif terhadap ukuran tubuhnya. Mereka mampu berlari cepat untuk menghindari predator, sambil tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, sengis juga memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi. Ia aktif menjelajah wilayahnya, menghafal jalur aman, dan menjaga “jalan rahasia” di semak-semak agar bisa kabur dengan cepat saat terancam.
Habitat dan Cara Hidup
Sengis hidup di berbagai habitat di Afrika, mulai dari hutan tropis, savana, hingga daerah berbatu. Mereka biasanya hidup menyendiri atau berpasangan, dan dikenal sebagai hewan yang cukup teritorial.
Menariknya, sengis adalah hewan yang relatif setia pada pasangannya. Beberapa spesies membentuk pasangan monogami, sesuatu yang jarang ditemui pada mamalia kecil.
Kenapa Sengis Jarang Dikenal?
Meski unik, sengis jarang dikenal karena hidupnya tersembunyi dan tidak berinteraksi dengan manusia. Selain itu, ukurannya yang kecil membuatnya mudah disalahartikan sebagai tikus biasa.
Padahal, dari sisi evolusi, sengis adalah “fosil hidup” yang menyimpan cerita panjang tentang bagaimana mamalia berevolusi di benua Afrika.
Kecil Tapi Istimewa
Sengis membuktikan bahwa ukuran bukan penentu keistimewaan. Di balik tubuh mungilnya, tersimpan hubungan evolusi yang luar biasa dengan gajah raksasa, kecerdasan adaptif, dan desain biologis yang efisien.
Hewan ini mengingatkan kita bahwa alam sering menyimpan kejutan di tempat yang tidak kita duga. Kadang, keajaiban terbesar justru hadir dalam wujud paling kecil.
Jadi lain kali kamu melihat hewan mirip tikus dengan “belalai” mungil, ingat satu hal: bisa jadi itu adalah gajah versi mini yang sedang berlari di dunia kecilnya sendiri.**DS
Baca juga artikel lainnya :

