Kisah Terciptanya Kolak Ayam, Kuliner Unik dari Gresik
Kolak ayam merupakan kuliner khas Gresik yang hanya bisa ditemukan saat malam 23 Ramadan dalam tradisi Rebo Wekasan.

Eksplora.id - Kolak ayam merupakan kuliner khas Gresik yang memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan tradisi Islam serta budaya setempat. Hidangan ini hanya disajikan sekali dalam setahun, tepatnya pada malam Rabu terakhir di bulan Ramadan dalam tradisi Rebo Wekasan. Berbeda dari kolak pada umumnya yang bercita rasa manis dan berbahan dasar pisang atau ubi, kolak ayam justru memiliki rasa gurih yang berasal dari perpaduan ayam kampung, santan, dan rempah-rempah khas.
Asal-Usul Kolak Ayam
Sejarah kolak ayam dipercaya berawal sejak abad ke-16, ketika Sunan Giri dan para santrinya menyebarkan ajaran Islam di wilayah Gresik. Konon, hidangan ini pertama kali dibuat oleh para santri sebagai bagian dari ritual doa bersama untuk memohon perlindungan kepada Allah dari segala marabahaya.
Dalam bahasa Arab, kata kolak berasal dari khala yang berarti mendekat. Hal ini mencerminkan filosofi dari tradisi ini, yaitu sebagai ajakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, terutama menjelang akhir Ramadan. Selain itu, ayam yang digunakan dalam hidangan ini melambangkan kesejahteraan, sedangkan rempah-rempah yang kaya akan manfaat diyakini dapat memberikan perlindungan dan kesehatan bagi yang mengonsumsinya.
Kolak Ayam dalam Tradisi Rebo Wekasan
Rebo Wekasan adalah tradisi yang dipercayai sebagai bentuk doa tolak bala, yang dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Ramadan. Masyarakat Gresik meyakini bahwa hari tersebut merupakan waktu di mana turunnya berbagai musibah, sehingga diperlukan doa-doa khusus agar terhindar dari bahaya.
Dalam pelaksanaannya, kolak ayam dimasak secara gotong royong oleh warga di sekitar Masjid Jami’ Gresik. Proses memasaknya melibatkan penggunaan ayam kampung yang dipotong dan dimasak bersama santan, daun bawang, bawang merah, bawang putih, kencur, dan berbagai rempah lainnya. Setelah matang, hidangan ini dibagikan kepada masyarakat yang hadir di masjid, terutama para jamaah yang mengikuti doa bersama.
Makna dan Filosofi Kolak Ayam
Selain sebagai sajian khas dalam Rebo Wekasan, kolak ayam juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Hidangan ini mencerminkan kebersamaan dan nilai gotong royong yang masih dijaga oleh masyarakat Gresik. Pembuatan dan pembagiannya menjadi simbol persaudaraan, di mana setiap orang yang menerima kolak ayam turut serta dalam doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan.
Bagi masyarakat Gresik, tradisi ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Keunikan kolak ayam dan kaitannya dengan ajaran Islam menjadikannya sebagai salah satu kuliner sakral yang memiliki nilai lebih dari sekadar hidangan biasa.
Pelestarian Tradisi Kolak Ayam
Meskipun zaman terus berubah, masyarakat Gresik tetap berupaya menjaga tradisi ini agar tidak punah. Setiap tahunnya, acara Rebo Wekasan dan penyajian kolak ayam masih dilakukan dengan penuh khidmat. Selain itu, beberapa pegiat budaya juga terus memperkenalkan kisah di balik kuliner ini kepada generasi muda, agar mereka tetap mengenal dan menghargai warisan leluhur.
Dengan keunikan dan nilai sejarahnya, kolak ayam tidak hanya menjadi ikon kuliner Gresik, tetapi juga simbol ketakwaan, kebersamaan, dan perlindungan bagi masyarakatnya. Tradisi ini membuktikan bahwa makanan bisa menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual dan budaya suatu daerah.
Baca juga artikel lainnya :