Durian Mantuala, Buah Langka Khas Kalimantan

Eksplora.id - Durian Mantuala, buah unik yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, menarik perhatian karena keistimewaannya yang berbeda dari durian pada umumnya. Selain bentuk dan rasa yang khas, buah ini dikenal aman untuk penderita darah tinggi, menjadikannya alternatif sehat bagi pecinta durian.
Ciri-Ciri Durian Mantuala
Durian mantuala memiliki bentuk yang menyerupai durian, namun dengan beberapa perbedaan mencolok. Kulit buahnya berwarna hijau dengan duri kecil dan rapat, sedangkan dagingnya berwarna jingga terang. Beberapa varietas mantuala bahkan memiliki bentuk menyerupai cempedak dengan panjang mencapai 30 sentimeter. Buah ini merupakan hasil persilangan alami antara durian dan pampakin, jenis durian liar khas Kalimantan. Karakteristik unik ini menjadikannya salah satu buah khas lokal yang sangat langka di luar daerah asalnya.
Rasa, Tekstur, dan Cara Mengonsumsi
Daging mantuala memiliki tekstur lembut dengan rasa manis bercampur sedikit asam, serta aroma yang lebih ringan dibandingkan durian biasa. Buah ini sering dimakan langsung, namun masyarakat setempat juga mengolahnya menjadi berbagai kudapan khas seperti tempoyak (fermentasi durian), selai, atau campuran kue tradisional. Musim panen mantuala biasanya berlangsung pada pertengahan hingga akhir tahun, bersamaan dengan musim durian lainnya. Namun, karena keberadaannya yang terbatas, menjadikannya tidak selalu mudah ditemukan di pasaran.
Manfaat untuk Penderita Darah Tinggi
Salah satu keunggulan utama durian mantuala adalah kandungan nutrisinya yang aman untuk penderita darah tinggi. Berdasarkan informasi masyarakat lokal, buah ini memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan durian biasa. Selain itu, kandungan serat dan vitamin C dalam buah ini membantu menjaga kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh. Durian mantuala juga rendah kolesterol dan lemak, sehingga tidak memicu lonjakan tekanan darah. Ini menjadi alasan mengapa buah ini mendapat julukan sebagai durian sehat yang aman untuk penderita tekanan darah tinggi. Namun, meski aman, konsumsi seperlunya sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.
Potensi Ekonomi dan Pelestarian
Saat ini, durian mantuala masih jarang terbudidayakan secara luas, sehingga keberadaannya terbatas pada daerah Hulu Sungai Tengah. Harga buah ini cenderung lebih tinggi daripada durian biasa karena kelangkaannya. Dalam pasar lokal, harga mantuala bisa mencapai Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per buah, tergantung ukuran dan kualitasnya. Masyarakat setempat mulai memanfaatkan buah ini sebagai komoditas lokal yang bernilai tinggi. Namun, tantangan utama dalam pengembangan mantuala adalah kurangnya kesadaran tentang pelestarian pohonnya, serta ancaman deforestasi yang dapat mengurangi habitat alami durian ini. Untuk itu, langkah pelestarian sangatlah perlu, seperti budidaya kebun masyarakat, program penghijauan, hingga promosi mantuala sebagai buah khas yang dapat mendukung pariwisata dan ekonomi lokal.
Konteks Budaya Lokal
Durian mantuala tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Hulu Sungai Tengah. Buah ini sering tersaji dalam acara adat dan menjadi hadiah istimewa bagi tamu. Selain itu, keberadaannya mencerminkan kekayaan hayati Kalimantan yang harus terjaga.
Durian mantuala adalah bukti kekayaan alam dan budaya Kalimantan yang unik. Dengan rasa yang khas, manfaat kesehatan, dan potensi ekonominya, buah ini layak menjadi komoditas unggulan daerah. Namun, keberlanjutannya sangat bergantung pada upaya pelestarian dan pengelolaan yang berkelanjutan. Bagi Anda yang berkesempatan mengunjungi Kalimantan, jangan lewatkan untuk mencoba kelezatan durian unik mantuala dan rasakan sensasinya.