Balut: Kuliner Unik yang Jadi Ikon Filipina

Balut adalah makanan khas Filipina yang terdiri dari telur bebek yang telah dibuahi dan dibiarkan berkembang selama 14 hingga 21 hari sebelum direbus dan dikonsumsi.

Feb 28, 2025 - 21:35
 0  18
Balut: Kuliner Unik yang Jadi Ikon Filipina
sumber foto : gg

Eksplora.id - Balut adalah makanan khas Filipina yang terdiri dari telur bebek yang telah dibuahi dan dibiarkan berkembang selama 14 hingga 21 hari sebelum direbus dan dikonsumsi. Meskipun bagi sebagian orang makanan ini terdengar ekstrem, balut telah menjadi bagian dari budaya kuliner Filipina dan beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Kamboja.

Asal-usul dan Sejarah Balut

Balut diyakini berasal dari tradisi kuliner Tiongkok yang menyebar ke Filipina sekitar abad ke-16. Nama "balut" sendiri berasal dari bahasa Tagalog, yang berarti "dibungkus" atau "tertutup", merujuk pada telur yang tetap berada dalam cangkangnya selama proses inkubasi dan perebusan.

Meskipun istilah "balut" berasal dari Filipina, konsep makanan ini tidak hanya ditemukan di negara tersebut. Di Vietnam, makanan serupa disebut "hột vịt lộn", sementara di Kamboja dikenal sebagai "pong tia koun". Hal ini menunjukkan bahwa meskipun balut telah menjadi ikon kuliner Filipina, makanan ini memiliki akar budaya yang lebih luas di Asia Tenggara.

Cara Pembuatan Balut

Proses pembuatan balut dimulai dengan memilih telur bebek berkualitas baik, kemudian dieramkan atau diinkubasi selama 14 hingga 21 hari pada suhu tertentu. Setelah embrio bebek di dalamnya berkembang hingga tahap tertentu, telur kemudian direbus hingga matang. Waktu inkubasi menentukan seberapa besar perkembangan embrio dalam telur—balut yang lebih muda memiliki kuning telur yang lebih lembut, sedangkan yang lebih tua memiliki embrio dengan paruh dan tulang yang mulai terbentuk.

Cara Menikmati Balut

Balut biasanya dimakan dengan menambahkan sedikit garam, cuka, atau cabai. Cara menikmatinya pun cukup sederhana: bagian atas cangkang telur diketuk dan dikupas sedikit, lalu cairan di dalamnya diseruput sebelum mengupas seluruh cangkang dan menyantap isinya. Tekstur balut bervariasi, dari kuning telur yang creamy hingga bagian embrio yang lebih padat.

Variasi Ekstrem dalam Penyajian Balut

Selain metode perebusan biasa, ada beberapa cara ekstrem dalam mengolah balut. Salah satunya adalah metode yang konon dilakukan di beberapa daerah terpencil di Asia, yakni merebus telur dalam air seni anak laki-laki yang masih dalam usia sebelum pubertas. Praktik ini diyakini memiliki manfaat kesehatan tertentu, seperti meningkatkan daya tahan tubuh atau memberikan khasiat mistis. Meskipun metode ini jarang ditemui dan tidak umum di Filipina, beberapa budaya di Asia memiliki tradisi kuliner yang menggunakan air seni sebagai bagian dari proses fermentasi atau pemasakan makanan.

Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan

Balut dikenal kaya akan protein, kalsium, dan zat besi, menjadikannya sumber energi yang baik. Banyak yang percaya bahwa makanan ini memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Bahkan, di beberapa budaya, balut dianggap sebagai makanan afrodisiak yang dapat meningkatkan vitalitas pria.

Kontroversi dan Tantangan

Meskipun balut sangat populer di Filipina, makanan ini sering menuai kontroversi di berbagai belahan dunia. Banyak orang, terutama dari negara Barat, merasa bahwa konsumsi embrio bebek adalah sesuatu yang tidak biasa atau bahkan tidak etis. Beberapa metode ekstrem dalam penyajiannya, seperti penggunaan air seni dalam proses perebusan, juga menambah aspek kontroversial dari makanan ini.

Balut adalah contoh bagaimana makanan dapat mencerminkan budaya dan tradisi suatu bangsa. Meskipun bagi sebagian orang tampak tidak biasa, bagi masyarakat Filipina dan beberapa negara Asia lainnya, balut adalah camilan yang lezat dan bergizi. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Filipina, mencoba balut bisa menjadi pengalaman kuliner yang unik dan tak terlupakan!

Baca juga artikel lainnya :

telur seratus tahun makanan tradisional dengan sejarah unik