Kasus HIV/AIDS di Pandeglang Capai 379 Orang, Dinkes Soroti Penularan dari Hubungan Seks Berisiko

Dinkes Pandeglang mencatat 379 kasus HIV/AIDS dengan penularan tertinggi melalui hubungan seks berisiko, khususnya sesama laki-laki, dan 266 pasien masih aktif menjalani terapi ARV.

Jan 5, 2026 - 23:28
 0  4
Kasus HIV/AIDS di Pandeglang Capai 379 Orang, Dinkes Soroti Penularan dari Hubungan Seks Berisiko
sumber foto : gg

Eksplora.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang mencatat jumlah kasus HIV/AIDS di wilayahnya terus menjadi perhatian serius. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 379 kasus HIV/AIDS, angka yang baru mencapai sekitar 68,7 persen dari target nasional penemuan kasus Orang dengan Infeksi HIV (ODIHIV) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan untuk Kabupaten Pandeglang.

Data tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat potensi kasus yang belum terdeteksi di masyarakat. Upaya penemuan kasus secara aktif pun terus didorong melalui skrining, edukasi, serta penguatan layanan kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan dasar.

Penularan Tertinggi dari Hubungan Seks Sesama Laki-Laki

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Pandeglang, Dian Handayani, mengungkapkan bahwa pola penularan HIV/AIDS di Pandeglang saat ini didominasi oleh hubungan seks sesama laki-laki (LSL). Faktor ini menjadi penyumbang tertinggi dibandingkan jalur penularan lainnya.

Menurutnya, perilaku seksual berisiko masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian HIV/AIDS. Selain LSL, penularan juga terjadi melalui praktik prostitusi serta penggunaan narkoba suntik, meskipun tren pada kelompok pengguna narkoba suntik menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Penularan Ibu ke Anak Relatif Rendah

Dinkes Pandeglang juga mencatat bahwa penularan HIV dari ibu ke anak berada pada angka yang relatif kecil. Hal ini tidak lepas dari peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemeriksaan HIV pada ibu hamil serta upaya pencegahan penularan dari ibu ke bayi.

Selain itu, risiko penularan melalui transfusi darah dinilai semakin menurun seiring dengan ketatnya proses skrining darah donor yang dilakukan oleh lembaga terkait.

Ratusan Pasien Masih Menjalani Pengobatan ARV

Dari total 379 kasus HIV/AIDS yang tercatat, sebanyak 266 orang masih aktif menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) secara rutin. Sementara itu, sebagian kasus lainnya merupakan akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya, di mana beberapa pasien dilaporkan telah meninggal dunia atau tidak lagi melanjutkan kontrol pengobatan.

Pengobatan ARV menjadi kunci utama dalam menekan perkembangan virus HIV di dalam tubuh sekaligus mencegah penularan lebih lanjut. Karena itu, Dinkes terus mendorong pasien untuk patuh menjalani terapi dan rutin memeriksakan kondisi kesehatannya.

Edukasi dan Pencegahan Jadi Kunci Pengendalian

Dian Handayani menegaskan bahwa HIV merupakan virus yang dapat menular melalui hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik tidak steril, produk darah yang terkontaminasi, serta penularan dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Oleh karena itu, upaya pengendalian HIV/AIDS di Pandeglang difokuskan pada peningkatan edukasi masyarakat, penghapusan stigma terhadap ODHI V, serta penguatan layanan pencegahan dan pengobatan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan angka penularan dapat ditekan dan kualitas hidup penyintas HIV/AIDS semakin meningkat.**DS

Baca juga artikel lainnya :

berpikir-keras-bikin-jarang-bergerak-studi-ungkap-hubungan-unik-antara-aktivitas-mental-dan-fisik