Rupiah Melemah terhadap Baht Thailand, Tekanan Mata Uang Regional Kian Terlihat
Rupiah melemah lebih dari 10 persen terhadap baht Thailand secara year to date, dipicu penguatan baht yang didorong stimulus ekonomi dan kebangkitan sektor pariwisata Thailand.
Eksplora.id - Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan di kawasan Asia Tenggara. Setelah mencatatkan rekor terlemah terhadap ringgit Malaysia, rupiah juga menunjukkan pelemahan signifikan terhadap baht Thailand, menandakan tantangan mata uang Garuda tidak hanya datang dari satu negara tetangga.
Mengacu pada data Refinitiv, meskipun pada perdagangan terkini rupiah sempat menguat tipis ke level sekitar Rp514,59 per baht Thailand, pergerakan tersebut belum mampu menutup pelemahan secara keseluruhan. Secara year to date (ytd), rupiah tercatat telah melemah lebih dari 10% terhadap baht.
Dari Awal Tahun hingga Kini: Rupiah Tertekan
Pada awal tahun, nilai tukar rupiah terhadap baht masih berada di kisaran Rp466 per THB. Seiring berjalannya waktu, tekanan eksternal dan penguatan mata uang regional membuat posisi rupiah terus tergerus, hingga kini berada jauh di atas level tersebut.
Kondisi ini mencerminkan bahwa pelemahan rupiah bukan sekadar fluktuasi jangka pendek, melainkan bagian dari tren yang dipengaruhi dinamika ekonomi regional dan global.
Baht Menguat Didukung Fundamental Domestik
Kuatnya baht Thailand tidak hanya terlihat terhadap rupiah, tetapi juga terhadap dolar Amerika Serikat. Sepanjang tahun berjalan, baht tercatat mengalami penguatan lebih dari 5% terhadap dolar AS, sebuah capaian yang mempertegas daya tahannya di tengah ketidakpastian global.
Penguatan baht didorong oleh sejumlah faktor fundamental, di antaranya peluncuran program stimulus ekonomi pemerintah Thailand serta kebangkitan sektor pariwisata yang kembali menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Arus devisa dari pariwisata turut memperkuat cadangan dan sentimen positif terhadap baht.
Tantangan Rupiah di Tengah Kompetisi Regional
Pelemahan rupiah terhadap baht dan mata uang regional lain menjadi sinyal penting bagi perekonomian Indonesia. Di tengah persaingan kawasan, stabilitas nilai tukar sangat dipengaruhi oleh persepsi investor, kekuatan sektor riil, serta efektivitas kebijakan ekonomi domestik.
Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat ditentukan oleh kemampuan Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi, mengelola inflasi, serta memperkuat daya tarik investasi agar mampu bersaing dengan negara-negara tetangga yang saat ini tengah menikmati momentum pemulihan.**DS
Baca juga artikel lainnya :
rupiah-anjlok-ke-rp4011-per-ringgit-tersungkur-ke-level-terendah-sejak-2007

