Indonesia Produsen Karet Dunia, Tapi Belum Jadi Penentu Harga

Indonesia sebagai produsen karet alam terbesar kedua dunia belum menguasai harga global karena perdagangan dikendalikan bursa Singapura, sehingga hilirisasi dan bursa nasional menjadi kebutuhan mendesak.

Jan 6, 2026 - 22:56
 0  5
Indonesia Produsen Karet Dunia, Tapi Belum Jadi Penentu Harga
sumber foto : gg

Eksplora.id - Indonesia dikenal sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia. Namun ironisnya, besarnya produksi tersebut belum berbanding lurus dengan kendali terhadap harga dan pasar global. Hingga kini, posisi Indonesia masih lebih banyak berperan sebagai pemasok bahan mentah, bukan pengendali nilai.

Harga karet alam dunia justru ditentukan di luar negeri, terutama melalui bursa Singapura (SGX). Di sana, perusahaan-perusahaan global menetapkan harga jual karet, termasuk karet yang berasal dari perkebunan Indonesia.

Singapura Jadi Pusat Perdagangan Karet Global

Singapura berperan sebagai pusat rantai pasok karet dunia karena memiliki sistem yang terintegrasi, mulai dari perdagangan, pembiayaan, logistik, hingga pengolahan. Perusahaan ban raksasa seperti Michelin, Goodyear, Bridgestone, dan Yokohama membeli karet melalui perusahaan trading yang berbasis di Singapura.

Kondisi ini membuat Singapura bukan hanya menjadi perantara perdagangan, tetapi juga pengendali alur distribusi dan harga karet internasional. Sementara negara produsen seperti Indonesia berada di posisi tawar yang lebih lemah.

Nilai Tambah Dinikmati Negara Lain

Sebagian besar karet mentah dari Indonesia diekspor dalam bentuk bahan baku, kemudian diolah di luar negeri menjadi produk bernilai tinggi. Setelah melalui proses industri lanjutan, karet tersebut dijual kembali ke pasar global dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Akibatnya, nilai tambah dan keuntungan terbesar justru tertinggal di luar negeri, sementara petani dan pelaku industri dalam negeri hanya menikmati margin yang terbatas.

Tantangan Hilirisasi Industri Karet

Minimnya industri hilir yang kuat menjadi salah satu faktor utama lemahnya posisi Indonesia. Ketergantungan pada ekspor bahan mentah membuat perekonomian karet nasional sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global yang ditentukan pihak luar.

Padahal, dengan kapasitas produksi yang besar, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan industri pengolahan karet, mulai dari barang setengah jadi hingga produk akhir seperti ban, sarung tangan, hingga komponen industri.

Saatnya Indonesia Mengendalikan Pasar Sendiri

Untuk memperkuat posisi di pasar global, Indonesia perlu mempercepat pembangunan industri hilir karet dan mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri. Selain itu, gagasan membangun bursa perdagangan karet nasional menjadi langkah strategis agar penentuan harga tidak selalu bergantung pada bursa asing.

Dengan kendali harga dan pasar di tangan sendiri, nilai karet dari tanah Indonesia tidak hanya mengalir keluar negeri, tetapi dapat menjadi sumber kesejahteraan yang lebih besar bagi petani, industri, dan perekonomian nasional.**DS

Baca juga artikel lainnya :

thailand-raja-pertanian-di-asia-tenggara-apa-rahasianya