Mengapa Seven Eleven Jepang dan Korea Sangat Diminati? Strategi yang Bisa Ditiru

Seven Eleven di Jepang dan Korea telah berkembang menjadi lebih dari sekadar toko serba ada (convenience store). Mereka menawarkan layanan yang sangat menarik bagi konsumen, menjadikannya salah satu jaringan toko paling populer di kedua negara.

Feb 9, 2025 - 13:12
 0  11
Mengapa Seven Eleven Jepang dan Korea Sangat Diminati? Strategi yang Bisa Ditiru

Eksplora.id - Seven Eleven di Jepang dan Korea telah berkembang menjadi lebih dari sekadar toko serba ada (convenience store). Mereka menawarkan layanan yang sangat menarik bagi konsumen, menjadikannya salah satu jaringan toko paling populer di kedua negara. Namun, kesuksesan ini tidak terjadi begitu saja. Berikut adalah strategi utama yang membuat Seven Eleven sangat diminati, tantangan yang mereka hadapi, serta bagaimana konsep ini bisa diterapkan di tempat lain.

1. Model Bisnis 24 Jam yang Efisien

  • Keunggulan:
    Seven Eleven beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, memungkinkan pelanggan membeli kebutuhan kapan saja. Ini sangat relevan di negara dengan budaya kerja yang sibuk seperti Jepang dan Korea.
  • Tantangan:
    • Biaya operasional tinggi, terutama untuk tenaga kerja.
    • Tren belanja online yang mengurangi jumlah kunjungan ke toko fisik.
  • Solusi Adaptasi:
    Jika ingin meniru konsep ini, bisa mempertimbangkan jam operasional fleksibel di lokasi yang ramai atau menggunakan sistem minim staf dengan mesin otomatis untuk efisiensi.

2. Produk yang Disesuaikan dengan Selera Lokal

  • Keunggulan:
    Seven Eleven di Jepang menawarkan produk khas seperti onigiri, bento, dan oden, sementara di Korea lebih banyak menyediakan kimbap, tteokbokki, dan kimchi. Mereka menyesuaikan menu dengan musim dan tren konsumen.
  • Tantangan:
    • Produk makanan siap saji harus selalu segar dengan rotasi stok yang cepat.
    • Persaingan dengan restoran cepat saji dan layanan pesan-antar.
  • Solusi Adaptasi:
    Bisnis yang ingin meniru model ini bisa fokus pada makanan khas lokal yang praktis dikonsumsi, menggunakan bahan yang mudah disediakan agar biaya produksi tetap rendah.

3. Lokasi yang Sangat Strategis

  • Keunggulan:
    Seven Eleven selalu berada di lokasi dengan lalu lintas tinggi, seperti stasiun, perkantoran, dan area perumahan padat. Ini meningkatkan kunjungan pelanggan yang membutuhkan kepraktisan.
  • Tantangan:
    • Harga sewa tempat di area strategis sangat mahal.
    • Persaingan dengan minimarket lain yang juga ingin menempati lokasi serupa.
  • Solusi Adaptasi:
    Jika lokasi premium terlalu mahal, bisnis dapat memilih tempat yang tidak jauh dari pusat keramaian tetapi lebih terjangkau, atau bekerja sama dengan perusahaan transportasi untuk menyediakan toko dalam stasiun atau terminal.

4. Teknologi dan Kemudahan Pembayaran

  • Keunggulan:
    Seven Eleven di Jepang dan Korea mendukung pembayaran cashless seperti kartu kredit, e-wallet, dan QR code. Mereka juga menerapkan teknologi pemantauan stok otomatis sehingga produk selalu tersedia tanpa kelebihan atau kekurangan barang.
  • Tantangan:
    • Investasi awal dalam sistem pembayaran digital bisa mahal.
    • Tidak semua pelanggan nyaman dengan metode pembayaran non-tunai.
  • Solusi Adaptasi:
    Bisnis serupa bisa mulai dengan sistem pembayaran hybrid (tunai dan digital) serta menerapkan teknologi secara bertahap, misalnya self-checkout untuk mengurangi antrean.

5. Inovasi Layanan: Lebih dari Sekadar Toko

  • Keunggulan:
    Seven Eleven tidak hanya menjual barang, tetapi juga menyediakan layanan pengiriman, pengisian pulsa, ATM, pembayaran tagihan, hingga tempat duduk untuk makan di tempat. Ini membuat toko lebih dari sekadar minimarket biasa.
  • Tantangan:
    • Harus memilih layanan tambahan yang benar-benar dibutuhkan pelanggan.
    • Investasi tambahan untuk fasilitas seperti tempat makan dan mesin ATM.
  • Solusi Adaptasi:
    Jika meniru konsep ini, bisa fokus pada layanan yang paling sering dibutuhkan pelanggan lokal, seperti tempat pengisian ulang e-money atau layanan kurir.

6. Pelayanan Pelanggan yang Konsisten dan Ramah

  • Keunggulan:
    Pegawai Seven Eleven dilatih untuk melayani pelanggan dengan cepat dan ramah. Ini menciptakan pengalaman berbelanja yang nyaman dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
  • Tantangan:
    • Biaya pelatihan karyawan bisa tinggi.
    • Turnover karyawan yang tinggi dalam bisnis ritel bisa mengurangi kualitas layanan.
  • Solusi Adaptasi:
    Fokus pada pelatihan dasar yang efektif dan insentif bagi karyawan agar mereka tetap termotivasi dalam memberikan layanan terbaik.

Bagaimana Menyesuaikan Konsep Ini dengan Pasar Lain?

Jika ingin mengadaptasi konsep Seven Eleven ke negara lain, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Analisis kebutuhan lokal – Produk dan layanan harus sesuai dengan budaya dan gaya hidup masyarakat setempat.
  2. Fokus pada lokasi strategis – Tidak harus mahal, tetapi harus mudah diakses oleh target pelanggan.
  3. Gunakan teknologi untuk efisiensi – Mulai dari pembayaran digital hingga pengelolaan stok.
  4. Pastikan produk selalu segar dan berkualitas – Terutama jika menjual makanan siap saji.
  5. Tambahkan layanan yang benar-benar berguna – Misalnya, titik pengambilan paket bagi pelanggan e-commerce.

Dengan strategi yang tepat, konsep seperti Seven Eleven bisa sukses di berbagai tempat dengan menyesuaikan layanan dan produk dengan kebutuhan lokal.

Baca juga artikel lainnya : 

tren belanja ala mini market jepang dan korea