Gerakan Koperasi Wisata Gajah Alam Sejahtera Way Kambas: Dorong Desa Penyangga Jadi Sentra Wisata dan Ekonomi
Koperasi Wisata Gajah Alam Sejahtera Taman Nasional Way Kambas di bawah kepemimpinan Tengku Dedy Surya bergerak membantu desa penyangga Taman Nasional Way Kambas agar ikut merasakan manfaat dari berkembangnya pariwisata. Melalui koperasi, masyarakat didorong mengembangkan UMKM, kuliner, homestay, dan kerajinan lokal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Inisiatif ini menjadikan Way Kambas bukan hanya destinasi konservasi gajah sumatera, tetapi juga contoh nyata pariwisata berkelanjutan yang menyejahterakan masyarakat sekitar.
Eksplora.id – Wisata Taman Nasional Way Kambas yang terkenal sebagai habitat gajah sumatera, kini tidak hanya menjadi destinasi unggulan di Lampung, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan desa-desa penyangga di sekitarnya.
Dalam sebuah perbincangan bersama Tengku Dedy, Ketua Koperasi Wisata Alam Sejahtera Taman Nasional Way Kambas, ia menegaskan bahwa kehadiran koperasi ini lahir dari semangat gotong-royong masyarakat untuk mengelola potensi ekonomi lokal tanpa merusak kelestarian lingkungan.
“Way Kambas tidak hanya tentang gajah dan konservasi, tetapi juga tentang masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan. Kami ingin desa penyangga bisa merasakan manfaat ekonomi dari wisata yang berkembang,” ujar Teuku Dedy.
Menurutnya, koperasi hadir sebagai wadah bersama yang membantu warga mengembangkan produk unggulan desa, mulai dari kerajinan tangan, kuliner lokal, hingga homestay berbasis kearifan lokal. Dengan sistem koperasi, keuntungan yang dihasilkan dapat kembali ke masyarakat secara merata.
Selain itu, Koperasi Way Kambas juga aktif memberikan pelatihan kepada UMKM desa penyangga dalam bidang manajemen usaha, pemasaran digital, serta pengemasan produk agar mampu bersaing di pasar wisata.
“Gerakan ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga keberlanjutan. Kami memastikan setiap program tetap memperhatikan kelestarian lingkungan Way Kambas sebagai taman nasional,” tambah Teuku Dedy.
Pemerintah daerah pun menyambut baik inisiatif koperasi ini karena mampu menjadi mitra strategis dalam mendorong pariwisata berkelanjutan. Harapannya, desa penyangga Way Kambas dapat tumbuh menjadi destinasi wisata tambahan yang memperkaya pengalaman wisatawan.
Dengan sinergi antara masyarakat, koperasi, dan pemerintah, Way Kambas tidak hanya dikenal sebagai ikon konservasi gajah, tetapi juga sebagai contoh nyata bagaimana wisata alam dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.