Feasibility Study Perpanjangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ke Surabaya

Pemerintah saat ini tengah melakukan feasibility study terkait proyek perpanjangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya

Mar 15, 2025 - 09:13
 0  11
Feasibility Study Perpanjangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ke Surabaya
Sumber foto : wikipedia

Eksplora.id - Pemerintah saat ini tengah melakukan feasibility study terkait proyek perpanjangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya. Kajian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan teknis, ekonomi, dan lingkungan dari proyek ambisius ini. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) turut dilibatkan dalam studi ini dan telah menyiapkan beberapa alternatif rute lanjutan dari Tegalluar, Bandung, hingga Surabaya.

Tiga Alternatif Rute yang Dipertimbangkan

Dalam studi kelayakan ini, terdapat tiga jalur utama yang sedang dikaji:

  1. Lintas Selatan: Melalui Kroya dan Yogyakarta dengan total jarak 629,5 km. Rute ini diproyeksikan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 180 menit. Keunggulan jalur ini adalah konektivitasnya dengan kota-kota pariwisata dan budaya di Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

  2. Lintas Tengah: Melalui Cirebon dan Purwokerto dengan panjang jalur 679,2 km dan estimasi waktu tempuh sekitar 193 menit. Rute ini melewati jalur strategis yang menghubungkan berbagai kota ekonomi di Jawa Tengah.

  3. Lintas Utara: Melalui Cirebon dan Semarang dengan jarak 642 km. Rute ini diproyeksikan memiliki waktu tempuh sekitar 184 menit. Jalur utara ini menghubungkan pusat-pusat perdagangan utama di sepanjang pantai utara Jawa.

Setiap jalur memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri, baik dari segi infrastruktur, kebutuhan investasi, maupun dampaknya terhadap lingkungan dan sosial masyarakat sekitar.

Status Regulasi dan Tahapan Studi

Perpanjangan proyek ini telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 296 Tahun 2020. Dengan masuknya proyek ini dalam rencana nasional, diharapkan pengembangan kereta cepat dapat berjalan lebih terarah dan selaras dengan kebutuhan transportasi Indonesia.

Selain itu, kajian mendalam masih diperlukan untuk menentukan jalur mana yang paling layak. Aspek-aspek yang dipertimbangkan dalam feasibility study mencakup:

  • Kelayakan Finansial: Skema pembiayaan proyek, apakah akan menggunakan investasi dalam negeri, asing, atau kombinasi keduanya.

  • Teknologi dan Infrastruktur: Penyesuaian jalur dengan kondisi geografis dan kebutuhan teknis pengoperasian kereta cepat.

  • Dampak Sosial dan Lingkungan: Pengaruh terhadap pemukiman, lahan pertanian, serta lingkungan sekitar.

Persiapan dan Transfer Teknologi

PT KCIC juga telah melakukan langkah-langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dalam pengoperasian dan perawatan kereta cepat. Transfer teknologi dari Tiongkok ke Indonesia telah dilakukan secara intensif, sehingga saat ini masinis dan petugas dalam negeri sudah mampu mengoperasikan kereta cepat dengan kecepatan hingga 350 km/jam.

Langkah ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan industri perkeretaapian nasional, di mana Indonesia kini memiliki tenaga ahli yang siap mendukung pengoperasian kereta cepat secara mandiri.

Prospek dan Tantangan

Jika proyek perpanjangan ini terealisasi, maka Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menjadi bagian dari jaringan transportasi cepat yang lebih luas hingga ke Surabaya. Manfaat yang diharapkan antara lain:

  • Peningkatan Mobilitas: Waktu perjalanan antara Jakarta dan Surabaya akan jauh lebih singkat dibandingkan moda transportasi darat lainnya.

  • Dampak Ekonomi: Mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur kereta cepat.

  • Pengurangan Kemacetan: Mengurangi ketergantungan pada transportasi darat berbasis kendaraan pribadi.

Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit, mulai dari pembebasan lahan, investasi yang besar, hingga memastikan proyek berjalan sesuai dengan standar keselamatan dan keberlanjutan.

Dengan feasibility study yang masih berjalan, keputusan akhir mengenai jalur yang akan dipilih serta skema pendanaan masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut oleh pemerintah dan pihak terkait. Jika semua tahapan berjalan lancar, proyek ini berpotensi menjadi salah satu langkah besar dalam modernisasi transportasi di Indonesia.

Baca juga artikel lainnya :

mti imbau pejabat indonesia gunakan transportasi umum