Ketahui Alasan Kenapa Gagal Daftar BPOM?

Jan 25, 2025 - 15:32
 0  4
Ketahui Alasan Kenapa Gagal Daftar BPOM?

Eksplora.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk memastikan keamanan, mutu, dan manfaat produk obat dan makanan yang beredar di Indonesia. Pendaftaran produk ke BPOM menjadi salah satu langkah penting bagi produsen untuk memperoleh izin edar dan memastikan produknya aman untuk dikonsumsi masyarakat. Namun, seringkali pendaftaran bisa gagal. Apa saja penyebabnya?

1. Dokumen yang Tidak Lengkap atau Tidak Sesuai

Salah satu alasan utama kegagalan pendaftaran BPOM adalah dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BPOM memiliki persyaratan yang ketat terkait dengan pengajuan dokumen, termasuk formula produk, sertifikat bahan baku, hasil uji lab, hingga label produk. Jika ada salah satu dokumen yang tidak lengkap atau tidak memenuhi standar, pendaftaran akan tertolak.

2. Produk Tidak Memenuhi Standar Keamanan

Produk yang terdaftar pada BPOM harus memenuhi standar keamanan yang ketat. Jika produk tersebut tidak lulus uji keamanan, seperti uji toksisitas atau kandungan bahan yang berbahaya, maka pendaftaran akan tertolak. Ini adalah langkah untuk melindungi konsumen agar tidak terpapar produk yang bisa membahayakan kesehatan.

3. Kesalahan pada Label atau Kemasan Produk

Label atau kemasan produk harus mematuhi pedoman yang ditetapkan oleh BPOM. Label yang tidak mencantumkan informasi yang cukup jelas, seperti komposisi bahan, petunjuk penggunaan, tanggal kadaluarsa, hingga nomor registrasi, bisa menjadi alasan pendaftaran BPOM ditolak. Selain itu, klaim yang berlebihan atau tidak terbukti juga dapat menyebabkan masalah saat pendaftaran.

4. Ketidaksesuaian dengan Klasifikasi Produk

BPOM memiliki klasifikasi yang jelas untuk berbagai jenis produk, seperti obat, makanan, kosmetik, atau suplemen. Jika produk yang diajukan tidak sesuai dengan klasifikasi yang tepat, proses pendaftaran tidak dapat diteruskan. Misalnya, suplemen yang dikategorikan sebagai obat akan mengalami penolakan karena aturan klasifikasi yang ketat.

5. Proses Uji Lab yang Tidak Memadai

Produk yang terdaftar di BPOM harus lulus berbagai uji laboratorium, termasuk uji mikrobiologi, uji kimia, dan uji stabilitas. Jika hasil uji lab tidak memenuhi standar BPOM, pendaftaran tidak akan diterima. Oleh karena itu, penting bagi produsen untuk memastikan bahwa uji lab yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

6. Produk Mengandung Bahan Terlarang

BPOM juga sangat ketat dalam mengawasi bahan-bahan yang dalam produk yang akan masuk pasar. Produk yang mengandung bahan terlarang atau yang belum teruji keamanannya tidak akan lolos pendaftaran. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa semua bahan yang digunakan dalam produk sudah terdaftar dan aman untuk digunakan.

7. Proses Pengajuan yang Tidak Tepat Waktu

Waktu pengajuan juga berperan penting dalam kelancaran pendaftaran. Jika melakukan pengajuan saat luar jadwal atau terdapat masalah administratif dalam pengajuan yang menyebabkan keterlambatan, hal ini bisa menghambat proses pendaftaran. Pastikan  mengajukan semua berkas dan dokumen dalam waktu yang tepat agar tidak terjadi penundaan.

8. Kesalahan Teknis pada Sistem Online

Saat ini, pendaftaran BPOM dapat melalui sistem online dengan nama e-Registration. Terkadang, kesalahan teknis atau masalah koneksi bisa terjadi saat pengajuan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kembali status pendaftaran dan memastikan semua informasi yang masuk sudah benar dan lengkap.


Pendaftaran produk ke BPOM adalah langkah penting untuk memastikan bahwa produk yang beredar aman dan bermanfaat bagi konsumen. Penyebab gagalnya pendaftaran BPOM bisa oleh berbagai faktor, mulai dari dokumen yang tidak lengkap hingga produk yang tidak memenuhi standar keamanan. Oleh karena itu, produsen harus memastikan bahwa produk mereka memenuhi semua persyaratan oleh BPOM untuk mendapatkan izin edar yang sah.