Ilmuwan Kembangkan Permen Karet Nabati yang Mampu Menangkap Virus di Mulut

Ilmuwan mengembangkan permen karet berbahan nabati yang mampu menangkap dan menetralkan virus di mulut, termasuk COVID-19 dan influenza, sebagai perlindungan tambahan.

Jan 31, 2026 - 18:19
 0  2
Ilmuwan Kembangkan Permen Karet Nabati yang Mampu Menangkap Virus di Mulut
Sumber foto : Instagram

Eksplora.id - Bayangkan jika sebuah permen karet—benda sederhana yang biasa dikunyah sehari-hari—bisa membantu menurunkan penyebaran virus. Ide inilah yang kini sedang dikembangkan oleh para ilmuwan melalui inovasi permen karet berbahan dasar tumbuhan yang mampu menangkap dan menetralkan virus di dalam mulut.

Dalam studi laboratorium terbaru, permen karet ini menunjukkan kemampuan untuk mengikat partikel virus di saliva, termasuk virus COVID-19, influenza, dan herpes, sehingga jumlah virus aktif di mulut dapat ditekan secara signifikan.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Permen karet ini tidak bekerja seperti obat atau vaksin. Kuncinya terletak pada protein khusus yang berasal dari tanaman, yang memiliki kemampuan alami untuk berikatan dengan partikel virus.

Saat dikunyah, protein tersebut dilepaskan ke dalam air liur dan bertindak seperti “jebakan biologis”. Virus yang berada di saliva akan menempel pada protein ini, sehingga kehilangan kemampuannya untuk menginfeksi atau berpindah ke orang lain melalui percikan air liur, batuk, atau percakapan jarak dekat.

Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya penurunan viral load secara signifikan pada tahap awal penelitian.

Bukan Pengganti Vaksin, Tapi Lapisan Perlindungan Tambahan

Para peneliti menegaskan bahwa permen karet ini bukan obat, bukan penyembuh, dan bukan pengganti vaksin. Fungsinya lebih sebagai lapisan perlindungan tambahan yang berpotensi membantu mengurangi risiko penularan, terutama pada fase awal infeksi ketika virus masih banyak berada di mulut dan saluran pernapasan atas.

Dengan kata lain, inovasi ini dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, langkah-langkah kesehatan yang sudah ada seperti vaksinasi, masker, dan kebersihan tangan.

Masih Dalam Tahap Uji Klinis

Meskipun hasil awal terlihat menjanjikan, para ilmuwan menekankan bahwa penelitian ini masih berada pada tahap laboratorium dan uji klinis awal. Efektivitas dan keamanannya pada manusia dalam kondisi nyata masih perlu dibuktikan melalui serangkaian uji klinis lanjutan.

Artinya, permen karet ini belum tersedia secara luas dan belum bisa direkomendasikan untuk penggunaan umum sebelum mendapatkan persetujuan medis resmi.

Harapan Baru dari Alat Sehari-hari

Sisi positif dari inovasi ini adalah munculnya harapan bahwa alat sederhana dan murah dapat memainkan peran dalam mengendalikan penyebaran virus di masa depan. Jika terbukti efektif, permen karet ini berpotensi menjadi solusi pendukung di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas, di mana vaksin atau obat mungkin tidak mudah dijangkau.

Pendekatan ini juga membuka peluang baru dalam dunia kesehatan: bahwa perlindungan terhadap penyakit menular tidak selalu harus datang dari teknologi kompleks, tetapi bisa berasal dari benda sehari-hari yang mudah digunakan.

Inovasi Kecil, Dampak Besar?

Meski masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, penelitian tentang permen karet nabati penangkap virus ini menunjukkan arah baru dalam pencegahan penyakit menular. Sebuah inovasi kecil, sederhana, namun berpotensi memberikan dampak besar dalam upaya menekan penyebaran virus di masa depan.

Jika berhasil, mungkin suatu hari nanti, mengunyah permen karet bukan hanya soal menyegarkan napas—tetapi juga bagian dari perlindungan kesehatan global.**DS

Baca juga artikel lainnya :

tiga-mahasiswa-itb-ciptakan-inovasi-permen-jeli-kelore-dukung-pertumbuhan-anak-secara-alami-dan-halal