Dangke: Keju Tradisional Bangsawan dari Sulawesi yang Unik dan Kaya Rasa
Sulawesi tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budaya yang kaya, tetapi juga memiliki warisan kuliner yang unik.

Eksplora.id - Sulawesi tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budaya yang kaya, tetapi juga memiliki warisan kuliner yang unik. Salah satu produk khas yang menarik perhatian adalah Dangke, sejenis keju tradisional yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Keju ini dibuat dengan cara tradisional yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Asal-usul dan Proses Pembuatan Dangke
Dangke berasal dari daerah dataran tinggi Enrekang, yang merupakan wilayah dengan banyak peternakan sapi dan kerbau. Keju ini dibuat dari susu sapi atau kerbau yang dikentalkan menggunakan getah buah pepaya muda (Carica papaya). Tidak seperti keju pada umumnya yang menggunakan rennet atau enzim khusus, masyarakat Enrekang menggunakan getah pepaya sebagai bahan alami untuk mengendapkan susu.
Proses pembuatan dangke cukup sederhana. Susu segar dipanaskan hingga mendekati titik didih, kemudian ditambahkan getah pepaya agar terjadi penggumpalan. Setelah mengental, gumpalan susu dipisahkan dari airnya dan dipadatkan dalam cetakan berbentuk bundar. Hasil akhirnya adalah keju padat yang memiliki tekstur lembut dan rasa gurih yang khas.
Keunikan Rasa dan Cara Menikmati Dangke
Dangke memiliki cita rasa yang gurih dengan sedikit aroma khas susu. Biasanya, dangke dikonsumsi dengan cara dipanggang atau digoreng hingga kecoklatan, menghasilkan tekstur yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Keju tradisional ini sering disantap bersama nasi hangat, jagung, atau ubi, yang merupakan makanan pokok masyarakat setempat.
Beberapa orang juga menikmati dangke dengan menambahkan sedikit garam atau rempah-rempah agar rasanya semakin kaya. Dalam perkembangannya, beberapa pelaku usaha kuliner mulai mengolah dangke menjadi variasi makanan modern seperti dangke crispy atau dipadukan dengan roti dan salad.
Kandungan Gizi dan Manfaat Dangke
Sebagai produk olahan susu, dangke kaya akan protein, kalsium, dan lemak sehat yang baik untuk tubuh. Kandungan gizinya membantu memperkuat tulang, menjaga kesehatan otot, serta memberikan energi bagi aktivitas sehari-hari. Penggunaan getah pepaya dalam proses pembuatannya juga diyakini memiliki manfaat pencernaan karena enzim papain yang terkandung di dalamnya.
Tantangan dan Pelestarian Dangke
Meskipun dangke adalah produk khas yang unik, popularitasnya masih terbatas dibandingkan dengan keju dari daerah lain. Produksi dangke masih bergantung pada peternakan rakyat yang skalanya kecil, sehingga belum banyak tersedia di luar wilayah Enrekang.
Untuk menjaga kelestariannya, berbagai upaya sedang dilakukan, seperti pelatihan bagi peternak, inovasi dalam pengemasan, serta promosi melalui berbagai platform digital. Beberapa komunitas dan pemerintah daerah juga mulai mendorong dangke agar bisa dikenal lebih luas sebagai produk unggulan dari Sulawesi Selatan.
Dangke bukan sekadar keju tradisional, tetapi juga warisan budaya kuliner yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Enrekang. Dengan keunikan bahan dan cara pembuatannya yang alami, dangke layak mendapat perhatian lebih di dunia kuliner Indonesia. Jika Anda berkesempatan berkunjung ke Sulawesi Selatan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi keju bangsawan khas Sulawesi ini!
Baca juga artikel lainnya :
keju raclette lezatnya tradisi kuliner dari pegunungan alpen