Pemerintah Jepang Rilis Panduan Darurat Letusan Gunung Fuji
Pemerintah Jepang telah merilis panduan mitigasi bencana sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan letusan Gunung Fuji.

Eksplora.id - Pemerintah Jepang telah merilis panduan mitigasi bencana sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan letusan Gunung Fuji. Panduan ini bertujuan untuk memberikan arahan kepada lebih dari 44 juta penduduk di wilayah Tokyo Raya dan sekitarnya agar dapat menghadapi potensi bencana dengan lebih siap.
Dampak Abu Vulkanik di Tokyo dan Wilayah Timur Jepang
Jika Gunung Fuji mengalami erupsi besar, dampak abu vulkanik dapat meluas hingga ke Tokyo dan wilayah timur Jepang. Beberapa dampak utama yang diantisipasi antara lain:
1. Gangguan Transportasi dan Mobilitas
-
Abu vulkanik yang tersebar di udara dapat menyebabkan jarak pandang berkurang drastis, sehingga berpotensi mengganggu penerbangan di Bandara Narita dan Haneda.
-
Rel kereta, termasuk jalur Shinkansen, dapat tertutup lapisan abu tebal yang membuat operasional terganggu atau bahkan dihentikan sementara.
-
Jalanan di Tokyo dan sekitarnya bisa menjadi licin jika abu bercampur dengan hujan, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
2. Kerusakan Infrastruktur dan Pemadaman Listrik
-
Abu vulkanik yang menumpuk di atap bangunan dapat menyebabkan beban berlebih, terutama jika hujan turun dan membuat abu semakin berat. Hal ini berisiko menyebabkan keruntuhan struktur.
-
Gardu listrik dan panel surya dapat tertutup abu, mengakibatkan gangguan suplai listrik dalam skala besar.
-
Saluran air dan drainase di kota bisa tersumbat abu vulkanik, menyebabkan genangan air dan memperburuk sistem pembuangan limbah.
3. Gangguan Kesehatan
-
Partikel abu vulkanik dapat menyebabkan masalah pernapasan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan penderita penyakit paru-paru seperti asma.
-
Mata dapat mengalami iritasi akibat debu halus yang beterbangan di udara.
-
Warga dihimbau untuk menggunakan masker dan kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar ruangan selama hujan abu berlangsung.
4. Dampak Ekonomi dan Aktivitas Bisnis
-
Penutupan bandara dan gangguan transportasi dapat menghambat distribusi barang dan logistik, mengakibatkan kelangkaan bahan pangan dan kebutuhan pokok.
-
Banyak perkantoran dan bisnis di Tokyo kemungkinan besar akan ditutup sementara akibat dampak abu yang menyulitkan operasional sehari-hari.
-
Industri teknologi dan manufaktur, yang banyak berpusat di kawasan Tokyo, berisiko mengalami gangguan produksi jika fasilitas mereka terdampak abu vulkanik.
Langkah-Langkah Mitigasi yang Dianjurkan
1. Persiapan Darurat
-
Warga dihimbau untuk menyiapkan stok makanan, air, masker, dan kebutuhan pokok lainnya yang cukup untuk dua minggu guna menghadapi kemungkinan gangguan pasokan.
-
Pemerintah daerah dan perusahaan diminta untuk memastikan kesiapan infrastruktur penting, termasuk jaringan listrik dan suplai air bersih.
2. Kesadaran dan Latihan Evakuasi
-
Masyarakat dihimbau untuk mengikuti simulasi evakuasi guna memastikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
-
Informasi mengenai rute evakuasi dan lokasi tempat perlindungan akan terus diperbarui oleh pemerintah setempat.
Pentingnya Kesiapsiagaan
Gunung Fuji terakhir kali meletus pada tahun 1707, dan berdasarkan siklus geologis, para ahli memperkirakan kemungkinan letusan dapat terjadi dalam waktu dekat. Jika erupsi besar terjadi, dampaknya akan sangat luas dan berpotensi menyebabkan krisis di wilayah Tokyo dan sekitarnya.
Dengan adanya panduan mitigasi ini, diharapkan masyarakat Jepang lebih siap dalam menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi. Langkah-langkah antisipasi yang tepat dapat membantu mengurangi risiko korban jiwa serta dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh letusan Gunung Fuji.
Baca juga artikel lainnya :