Tugu Khatulistiwa Pontianak: Monumen Ikonik di Garis Nol Derajat

Tugu Khatulistiwa merupakan salah satu landmark paling unik di dunia, berlokasi di Pontianak, Kalimantan Barat.

Mar 28, 2025 - 15:25
 0  8
Tugu Khatulistiwa Pontianak: Monumen Ikonik di Garis Nol Derajat
sumber foto : wikipedia

Eksplora.id - Tugu Khatulistiwa merupakan salah satu landmark paling unik di dunia, berlokasi di Pontianak, Kalimantan Barat. Dari 12 negara yang dilewati garis khatulistiwa, hanya Indonesia yang memiliki tugu penanda yang benar-benar membelah belahan bumi utara dan selatan secara presisi. Monumen ini bukan hanya menjadi simbol geografis, tetapi juga memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan daya tarik wisata yang luar biasa.

Sejarah Pembangunan Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa pertama kali didirikan pada tahun 1928 oleh rombongan ekspedisi dari Belanda yang bertujuan menentukan titik garis khatulistiwa secara ilmiah. Awalnya, tugu ini hanya berupa tonggak kayu sederhana dengan tanda panah yang menunjukkan arah mata angin.

Pada tahun 1930, tugu mengalami renovasi dengan tambahan lingkaran dan anak panah untuk memperjelas posisi garis ekuator. Kemudian, pada tahun 1938, arsitek Belanda kembali melakukan pengembangan dengan membangun tugu berbahan kayu ulin yang lebih kokoh. Struktur asli ini masih dipertahankan dan disimpan di dalam bangunan pelindung yang saat ini menaungi tugu.

Seiring waktu, pemerintah Indonesia terus melakukan pengembangan kawasan tugu. Pada tahun 1990, sebuah kubah dan gedung pelindung dibangun untuk melestarikan tugu asli. Kemudian, pada tahun 2005, dilakukan renovasi besar-besaran yang menciptakan tugu baru dengan ukuran lebih besar, sementara tugu asli tetap berada di dalamnya.

Keunikan Fenomena Kulminasi Matahari

Salah satu daya tarik utama Tugu Khatulistiwa adalah fenomena astronomi yang disebut kulminasi matahari. Peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada tanggal 21–23 Maret dan 21–23 September, ketika matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa.

Pada saat ini, bayangan benda tegak—termasuk tugu itu sendiri—akan menghilang selama beberapa saat karena sinar matahari datang tegak lurus terhadap permukaan bumi. Fenomena ini menarik perhatian banyak wisatawan, ilmuwan, dan fotografer yang ingin mengabadikan momen langka tersebut.

Untuk merayakan fenomena ini, setiap tahun pemerintah Kota Pontianak mengadakan acara festival kulminasi yang melibatkan berbagai kegiatan budaya, edukasi, dan pertunjukan seni.

Tugu Khatulistiwa Sebagai Destinasi Wisata Edukasi

Selain sebagai simbol geografis, Tugu Khatulistiwa juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan pariwisata. Di dalam kompleks tugu, terdapat museum kecil yang menyajikan informasi tentang sejarah pembangunan tugu, ilmu astronomi terkait garis khatulistiwa, serta dokumentasi ekspedisi yang dilakukan sejak era kolonial Belanda.

Wisatawan yang berkunjung juga dapat memperoleh sertifikat resmi sebagai tanda pernah menginjakkan kaki di titik nol derajat bumi. Hal ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pelancong, terutama bagi mereka yang gemar mengumpulkan pengalaman unik dari berbagai penjuru dunia.

Selain itu, kawasan Tugu Khatulistiwa kini terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas wisata, termasuk taman, area kuliner, dan pusat oleh-oleh khas Pontianak. Hal ini menjadikan tugu tidak hanya sebagai monumen sejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menarik bagi berbagai kalangan.

Tugu Khatulistiwa Pontianak merupakan bukti keunikan Indonesia dalam hal geografi dan sejarah. Sebagai satu-satunya monumen di dunia yang benar-benar membelah belahan bumi utara dan selatan secara presisi, tugu ini menjadi simbol kebanggaan serta daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan fenomena kulminasi matahari, nilai sejarah, dan pengembangan wisata yang terus dilakukan, Tugu Khatulistiwa akan tetap menjadi ikon Pontianak dan kebanggaan bangsa Indonesia.

Baca juga artikel lainnya :

sate kuah pontianak sensasi gurih rempah yang unik dan menggugah selera