Cryonics: Teknologi Pembekuan Tubuh untuk Hidup Kembali di Masa Depan

Cryonics adalah teknologi dalam dunia sains kedokteran yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dengan cara mendinginkan tubuh seseorang yang telah dinyatakan mati menggunakan nitrogen cair.

Feb 26, 2025 - 14:00
 0  12
Cryonics: Teknologi Pembekuan Tubuh untuk Hidup Kembali di Masa Depan
sumber foto : gg

Eksplora.id - Cryonics adalah teknologi dalam dunia sains kedokteran yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dengan cara mendinginkan tubuh seseorang yang telah dinyatakan mati menggunakan nitrogen cair. Metode ini dilakukan dengan harapan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi medis di masa depan dapat menghidupkan kembali individu tersebut serta menyembuhkan penyakit yang menyebabkan kematiannya.

Bagaimana Cryonics Bekerja?

Proses cryonics dimulai segera setelah seseorang dinyatakan meninggal secara medis. Tubuh akan didinginkan secara perlahan untuk mengurangi laju metabolisme sebelum darah digantikan dengan cairan krioprotektan, yang bertindak sebagai anti-beku untuk mencegah pembentukan kristal es yang dapat merusak sel dan jaringan. Setelah itu, tubuh disimpan dalam tangki berisi nitrogen cair dengan suhu sekitar -196°C. Pada suhu ini, pembusukan fisik akan berhenti sepenuhnya.

Siapa Saja yang Telah Ditempatkan di Cryonics?

Sejak pertama kali diperkenalkan, cryonics telah menarik perhatian banyak orang, termasuk ilmuwan, selebritas, dan masyarakat umum yang percaya pada kemungkinan kehidupan kedua. Beberapa individu yang diketahui telah menjalani prosedur ini antara lain:

  1. Dr. James Bedford – Profesor psikologi ini menjadi orang pertama yang dibekukan menggunakan metode cryonics pada tahun 1967 dan hingga kini masih disimpan di Alcor Life Extension Foundation.
  2. Ted Williams – Legenda baseball Amerika yang tubuhnya dibekukan di Cryonics Institute setelah meninggal pada tahun 2002.
  3. Hal Finney – Salah satu pelopor Bitcoin yang memilih cryonics setelah meninggal akibat ALS pada tahun 2014.

Selain individu terkenal, ratusan orang lainnya telah memilih untuk dibekukan oleh lembaga cryonics seperti Alcor Life Extension Foundation dan Cryonics Institute di Amerika Serikat, dengan ribuan orang lainnya yang telah mendaftar untuk prosedur ini setelah kematian mereka.

Harapan di Masa Depan

Pendukung cryonics percaya bahwa di masa depan, kemajuan dalam bidang nanoteknologi, bioteknologi, dan kedokteran regeneratif akan memungkinkan para ilmuwan untuk membalikkan proses kematian, menyembuhkan penyakit yang belum teratasi, dan mengembalikan kesadaran individu yang dibekukan.

Tantangan dan Kontroversi

Meski terdengar menjanjikan, cryonics masih menjadi subjek perdebatan di kalangan ilmuwan dan masyarakat. Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa manusia yang dibekukan dapat dihidupkan kembali. Selain itu, aspek etika, hukum, serta biaya tinggi yang mencapai ratusan ribu dolar menjadi faktor lain yang menghambat popularitasnya.

Meskipun demikian, cryonics terus dikembangkan dan menjadi simbol harapan bagi mereka yang percaya bahwa kemajuan sains suatu hari nanti dapat menantang batasan kehidupan dan kematian.

Baca juga artikel lainnya :

marie thomas dokter perempuan pertama di indonesia asli minahasa