Belangkas (Limulidae): Hewan Purba yang Menyelamatkan Manusia

Belangkas, atau Limulidae, adalah salah satu hewan purba yang telah bertahan hidup selama ratusan juta tahun.

Mar 19, 2025 - 20:16
 0  20
Belangkas (Limulidae): Hewan Purba yang Menyelamatkan Manusia
sumber foto : gg

Eksplora.id - Belangkas, atau Limulidae, adalah salah satu hewan purba yang telah bertahan hidup selama ratusan juta tahun. Banyak orang menyebut bentuknya mirip ikan pari karena tubuhnya yang lebar dan datar, dengan ekor panjang di bagian belakang. Makhluk laut ini sering disebut sebagai "fosil hidup" karena bentuknya yang hampir tidak berubah sejak zaman prasejarah. Selain perannya dalam ekosistem laut, belangkas memiliki manfaat luar biasa bagi dunia medis, menjadikannya sebagai salah satu hewan yang telah menyelamatkan banyak nyawa manusia.

Ciri Khas Belangkas

Belangkas memiliki tubuh yang unik dan berbeda dari kebanyakan hewan laut lainnya. Berikut adalah beberapa ciri fisik utama yang membedakan belangkas:

  1. Cangkang Keras Berbentuk Tapal Kuda
    Belangkas memiliki cangkang keras yang melindungi tubuhnya dari predator dan kondisi lingkungan yang ekstrem. Cangkang ini berbentuk tapal kuda, memberikan perlindungan maksimal terhadap organ dalamnya.

  2. Tubuh Terbagi Menjadi Tiga Bagian

    • Prosoma (Kepala Dada): Bagian depan yang besar dan keras, melindungi organ utama seperti otak, jantung, dan insang.
    • Opistosoma (Perut): Bagian tengah tempat melekatnya kaki renang dan insang.
    • Telson (Ekor Lancip): Ekor panjang dan runcing yang digunakan untuk membantu keseimbangan dan membalikkan tubuh jika terbalik.
  3. Mata yang Unik
    Belangkas memiliki sepasang mata majemuk besar di bagian samping kepalanya, serta beberapa mata tambahan kecil di bagian depan. Mata ini sangat sensitif terhadap cahaya dan membantu belangkas dalam navigasi.

  4. Darah Berwarna Biru
    Ciri khas paling unik dari belangkas adalah darahnya yang berwarna biru karena mengandung hemocyanin, yang kaya akan tembaga. Darah ini memiliki peran penting dalam dunia medis karena kemampuannya mendeteksi endotoksin bakteri berbahaya.

  5. Kaki dan Organ Pergerakan
    Belangkas memiliki lima pasang kaki yang digunakan untuk berjalan di dasar laut dan menangkap makanan. Di bagian bawah tubuhnya, terdapat organ khusus yang disebut chelicerae, yang digunakan untuk memasukkan makanan ke dalam mulut.

  6. Insang Buku untuk Bernafas
    Di bagian bawah tubuhnya, belangkas memiliki insang berbentuk lembaran buku, yang tidak hanya berfungsi untuk bernapas tetapi juga memungkinkan belangkas menyerap oksigen meskipun berada di luar air untuk sementara waktu.

  7. Ukuran dan Warna
    Belangkas memiliki ukuran bervariasi tergantung spesiesnya, mulai dari 30 cm hingga 60 cm. Warnanya biasanya cokelat kehijauan atau keabu-abuan, yang membantunya berkamuflase di dasar laut berlumpur atau berpasir.

Darah Belangkas: Kunci Penyelamatan Nyawa

Darah belangkas memiliki sifat luar biasa yang telah merevolusi dunia medis. Di dalamnya terdapat sel amebosit yang mampu mendeteksi keberadaan endotoksin bakteri berbahaya dalam jumlah yang sangat kecil. Endotoksin ini dapat menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh manusia, terutama saat terjadi infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Para ilmuwan menggunakan darah belangkas untuk mengembangkan Limulus Amebocyte Lysate (LAL), sebuah zat yang digunakan untuk menguji sterilitas vaksin, obat suntik, dan alat medis seperti jarum suntik serta implan. Tanpa uji LAL ini, ada risiko besar produk medis terkontaminasi bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan infeksi parah atau bahkan kematian.

Ancaman terhadap Populasi Belangkas

Meskipun memiliki peran penting dalam dunia medis, populasi belangkas semakin terancam akibat perburuan berlebihan, kerusakan habitat, dan perubahan iklim. Dalam beberapa dekade terakhir, belangkas banyak ditangkap untuk diambil darahnya, meskipun sebagian dilepaskan kembali ke laut. Sayangnya, proses ini dapat menyebabkan stres atau kematian pada hewan tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan ini, para ilmuwan mulai mencari alternatif sintetis sebagai pengganti darah belangkas. Salah satu solusi yang sedang dikembangkan adalah metode uji endotoksin berbasis rekayasa genetika, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap belangkas dalam pengujian medis.

Belangkas adalah salah satu makhluk purba yang memiliki peran besar dalam menyelamatkan manusia melalui darahnya yang unik. Selain itu, ciri fisiknya yang khas, mulai dari cangkang keras berbentuk tapal kuda, mata majemuk, hingga insang buku, menjadikannya hewan yang luar biasa. Namun, eksploitasi berlebihan dapat mengancam kelangsungan spesies ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi belangkas agar hewan purba ini tetap lestari di alam, sekaligus terus berkontribusi dalam dunia medis.

Sebagai manusia, kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi belangkas sebagai bagian dari ekosistem dan sejarah kehidupan di bumi. Upaya konservasi dan penelitian alternatif harus terus dikembangkan agar spesies ini tetap bertahan, sementara dunia medis tetap mendapatkan manfaat dari inovasi yang berasal dari hewan luar biasa ini.

Baca juga artikel lainnya :

tradisi nyale ritual menangkap cacing laut di lombok dan pesonanya sebagai daya tarik wisata