Ekonomi Kreatif: Tantangan Seniman Mural di Era Teknologi AI

Nov 26, 2024 - 02:10
 0  6
Ekonomi Kreatif: Tantangan Seniman Mural di Era Teknologi AI

Eksplora.id - Seni mural, yang telah lama menjadi medium ekspresi kreatif di berbagai belahan dunia, kini menghadapi tantangan baru di era teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan besar dalam proses penciptaan seni visual, termasuk mural, yang selama ini identik dengan keterampilan manual dan kreativitas personal. Mural kini harus bersaing dengan karya visual berbasis AI yang dapat dihasilkan dalam waktu singkat dan dengan biaya yang jauh lebih rendah. Teknologi ini memungkinkan pengguna membuat desain mural hanya dengan masukan berupa tema atau kata kunci, memberikan alternatif yang lebih cepat dan efisien bagi klien di berbagai industri. Bagi banyak seniman mural, teknologi AI menjadi ancaman signifikan. Mereka harus berhadapan dengan pasar yang mulai mengutamakan kecepatan dan harga terjangkau dibandingkan sentuhan artistik yang unik. Seniman mural sering kehilangan peluang karena desain berbasis AI lebih murah dan dianggap cukup untuk kebutuhan dekorasi komersial. Menurut laporan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), sektor ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp1.134 triliun terhadap PDB pada 2023, dengan seni visual menjadi salah satu sub-sektor yang berkontribusi besar. Namun, laporan tersebut juga mencatat bahwa teknologi digital, termasuk AI, mulai mengubah pola konsumsi seni, terutama di bidang yang melibatkan desain visual. Meskipun demikian, banyak seniman melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan alat bantu. Teknologi ini dapat digunakan untuk mempercepat proses desain awal, memvisualisasikan ide, atau bahkan menginspirasi eksplorasi gaya baru. Banyak seniman percaya bahwa AI dapat membantu mereka dalam tahap konsep, sementara eksekusi manual tetap menjadi daya tarik utama karena memiliki nilai emosional yang tidak bisa direplikasi oleh mesin. Kolaborasi antara seniman dan teknologi juga membuka peluang untuk menciptakan karya yang lebih inovatif. Mural interaktif berbasis AI, misalnya, sudah mulai muncul di ruang publik sebagai bentuk seni yang menggabungkan elemen tradisional dengan teknologi modern. Untuk mendukung keberlangsungan seni mural, peran komunitas dan pemerintah sangatlah penting. Pelatihan yang mengintegrasikan seni manual dan teknologi digital dapat membantu seniman meningkatkan daya saing mereka. Selain itu, regulasi atau kebijakan yang mendukung penggunaan karya lokal dalam proyek seni di ruang publik dapat memberikan perlindungan sekaligus apresiasi terhadap karya seniman tradisional. Teknologi AI membawa perubahan signifikan dalam dunia seni, namun adaptasi adalah kunci bagi seniman mural untuk tetap bertahan. Dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dan terus menjaga identitas artistik, seni mural dapat tetap relevan dan menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif di era digital.