Anggaran Makan Bergizi Gratis Diproyeksikan Rp 420 Triliun

Jan 10, 2025 - 23:03
 0  6
Anggaran Makan Bergizi Gratis Diproyeksikan Rp 420 Triliun

Eksplora.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, baru-baru ini mengungkapkan bahwa anggaran untuk program “Makan Bergizi Gratis” dapat mencapai Rp 420 triliun pada Desember 2025. Program ini dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi, khususnya di kalangan masyarakat kurang mampu. Namun, realisasi anggaran ini jauh lebih besar dari alokasi awal yang hanya sebesar Rp 71 triliun, sehingga menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait keberlanjutan dan efisiensi program.

Proyeksi dan Tantangan Anggaran

Menurut Badan Gizi Nasional, anggaran harian yang diperlukan untuk program ini mencapai Rp 1,2 triliun. Dengan jumlah ini, total anggaran tahunan yang diperlukan jauh melampaui proyeksi awal. Meski demikian, pemerintah mengambil langkah strategis dengan mengurangi anggaran per porsi makanan dari Rp 15.000 menjadi Rp 10.000 per porsi. Pengurangan anggaran per porsi menuai pro dan kontra. Di satu sisi, langkah ini memungkinkan jangkauan penerima manfaat yang lebih luas. Di sisi lain, beberapa pihak mempertanyakan apakah pengurangan biaya ini dapat tetap menjamin kualitas gizi yang diberikan.

Dampak pada Penerima Manfaat

Program ini memiliki tujuan mulia untuk menanggulangi masalah gizi buruk dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Namun, jika terus menekan anggaran per porsi, ada risiko bahwa nilai gizi makanan yang tersedia tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan harian penerima manfaat. Para ahli gizi juga mengingatkan bahwa meskipun dapat menekan biaya, kualitas makanan tetap harus menjadi prioritas utama. “Makan Bergizi Gratis” harapannya tidak hanya menjadi sekadar pemenuhan kebutuhan makanan, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Evaluasi dan Transparansi

Peningkatan kebutuhan anggaran yang signifikan juga menuntut pemerintah untuk memberikan transparansi dalam pelaksanaan program. Publik memerlukan laporan yang jelas tentang bagaimana dana tersebut teralokasikan, termasuk rincian jumlah penerima manfaat dan efektivitas program dalam mengurangi angka gizi buruk. Pemerintah perlu mengkaji ulang strategi pelaksanaan program ini agar tetap efisien dan tepat sasaran. Pelibatan pihak swasta atau kerja sama dengan lembaga internasional dapat menjadi alternatif untuk mendukung pembiayaan dan memastikan keberlanjutan program.

Kesimpulan

Program “Makan Bergizi Gratis” adalah langkah ambisius yang bertujuan mulia. Namun, tantangan anggaran sebesar Rp 420 triliun pada 2025 menjadi sinyal bahwa pemerintah harus mengelola program ini dengan hati-hati. Upaya untuk menekan anggaran per porsi harus menyertakan pengawasan ketat agar kualitas makanan tetap terjamin. Selain itu, transparansi dan evaluasi rutin sangat penting untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik tanpa mengorbankan mutu dan manfaatnya bagi masyarakat.