UNESCO Resmi Akui Kebaya Sebagai Warisan Budaya Dunia

Jan 10, 2025 - 23:16
 0  7
UNESCO Resmi Akui Kebaya Sebagai Warisan Budaya Dunia

Eksplora.id - UNESCO secara resmi mengakui kebaya sebagai warisan budaya dunia dalam sidang ke-19 Session of the Intergovernmental Committee on Intangible Cultural Heritage (ICH) yang berlangsung di Asuncion, Paraguay. Pengakuan ini hasil dari kerja sama antara Indonesia, Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand, yang berupaya melestarikan kebaya sebagai simbol penting dari warisan budaya Asia Tenggara.

Kebaya: Simbol Identitas Budaya Asia Tenggara

Kebaya, yang telah ada sejak abad ke-15, bukan hanya pakaian tradisional, tetapi juga bagian dari sejarah dan identitas budaya yang kaya. Awalnya dikenakan oleh masyarakat kerajaan Majapahit di Indonesia, kebaya kemudian menyebar ke berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Brunei, Singapura, dan Thailand. Masing-masing negara mengadaptasi kebaya dengan ciri khas budaya mereka, menjadikannya sebagai simbol kecantikan, keanggunan, dan kehormatan.

Proses Pengajuan Kebaya ke UNESCO

Proses pengajuan kebaya sebagai warisan budaya dunia memerlukan kerjasama antara negara-negara yang terlibat. Negara-negara ini bekerja sama dalam mengumpulkan bukti-bukti budaya dan sejarah kebaya, serta mendokumentasikan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengajuan ini bertujuan untuk melestarikan kebaya sebagai simbol kesatuan budaya yang melampaui batas-batas negara dan etnis. Menurut Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, kebaya lebih dari sekadar pakaian; kebaya adalah simbol identitas budaya yang mampu menyatukan berbagai bangsa, melampaui perbedaan etnis, agama, dan negara. "Kebaya adalah simbol kebersamaan yang menghubungkan kita, di luar batas-batas yang membatasi," kata Fadli Zon.

Dampak Pengakuan UNESCO terhadap Kebaya

Pengakuan UNESCO ini membuka peluang besar bagi pelestarian kebaya. Kebaya tidak hanya dipandang sebagai pakaian, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antarbudaya yang mempererat hubungan antarnegara di Asia Tenggara. Selain itu, pengakuan ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya melestarikan kebaya sebagai warisan budaya dunia. Pelestarian kebaya juga diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata dan industri kreatif, khususnya fesyen. Kebaya kini telah menjadi bagian dari tren fesyen dunia yang terus berkembang, dengan desain-desain baru yang tetap mempertahankan nilai tradisionalnya. Kebaya juga menjadi daya tarik dalam acara budaya dan perayaan adat di berbagai negara.

Mendorong Generasi Muda untuk Melestarikan Kebaya

Fadli Zon menekankan pentingnya pengakuan UNESCO ini untuk mendorong generasi muda untuk lebih menghargai kebaya sebagai warisan budaya mereka. "Kebaya bukan hanya sekadar pakaian, tetapi juga simbol kesatuan, persatuan, dan pelestarian budaya," ujarnya. Melalui pengakuan ini, diharapkan kebaya dapat menginspirasi generasi masa depan untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya mereka, serta memperkuat hubungan antarbangsa. Dengan pengakuan ini, kebaya kini resmi menjadi warisan budaya dunia yang harus kita lestarikan. Tidak hanya sebagai pakaian, kebaya adalah simbol identitas dan keberagaman budaya yang mempererat komunikasi antarbudaya. Pengakuan UNESCO ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian kebaya, tetapi juga membuka peluang baru dalam memperkenalkan kebaya ke dunia internasional, serta mempromosikan kekayaan budaya Asia Tenggara.