SMPN 39 Surabaya Terapkan Uji Coba Tidur Siang

Eksplora.id –
Surabaya – SMPN 39 Surabaya memulai terobosan baru dengan menerapkan uji coba program tidur siang di kelas. Program ini bertujuan meningkatkan fokus dan kewaspadaan siswa, sekaligus mendukung kesehatan mereka secara menyeluruh. Kebijakan ini terinspirasi dari praktik serupa yang telah diterapkan di negara-negara maju seperti Jepang dan Cina.
Manfaat Tidur Siang bagi Siswa
Pihak sekolah menjelaskan bahwa tidur siang memberikan berbagai manfaat. Selain meningkatkan konsentrasi, tidur siang juga mendukung pertumbuhan fisik, memperbaiki sel-sel tubuh, meningkatkan daya ingat, serta memperkuat imunitas. Penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa tidur siang selama 20-30 menit dapat meningkatkan produktivitas dan performa kognitif secara signifikan. Di Jepang, tidur siang dikenal sebagai ‘inemuri’, sementara di Cina, beberapa sekolah bahkan memiliki jadwal resmi untuk istirahat tidur siang.
Pelaksanaan Program Tidur Siang di SMPN 39 Surabaya
Di SMPN 39 Surabaya, durasi tidur siang yang diberikan adalah sekitar 20 menit, dilakukan setelah jam istirahat siang. Dalam video yang beredar, siswa terlihat tidur di atas matras yang telah disediakan di ruang kelas. Beberapa di antaranya membawa bantal atau mainan favorit dari rumah, menciptakan suasana yang nyaman dan santai. Area tidur untuk siswa laki-laki dan perempuan terpisah guna menjaga kenyamanan dan keteraturan selama waktu istirahat. Kepala Sekolah SMPN 39 Surabaya menyatakan, “Kami ingin siswa tidak hanya berprestasi secara akademis tetapi juga memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik. Program tidur siang ini menjadi salah satu cara untuk mendukung itu semua.” Ia juga menambahkan bahwa program ini akan dievaluasi secara berkala melalui survei dan pengamatan performa siswa untuk memastikan efektivitasnya.
Respons Positif dan Tantangan
Langkah inovatif ini mendapatkan respons beragam. Salah satu siswa, Andini (13), menyebutkan, “Tidur siang di sekolah bikin saya lebih fokus saat belajar. Biasanya saya ngantuk di jam pelajaran terakhir, tapi sekarang lebih segar.” Orang tua siswa juga mendukung program ini. “Kalau anak lebih segar dan semangat belajar, saya rasa ini ide bagus,” kata Eko Prasetyo, salah satu wali murid. Namun, program ini juga menghadapi tantangan. Tidak semua siswa terbiasa tidur siang, dan beberapa merasa kesulitan untuk memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah memberikan edukasi tentang pentingnya tidur siang dan membangun kebiasaan istirahat yang sehat.
Rencana Jangka Panjang
Dengan adanya kebijakan ini, SMPN 39 Surabaya semakin mempertegas komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik tetapi juga kesejahteraan siswa secara holistik. Jika uji coba ini berhasil, pihak sekolah berencana menjadikan tidur siang sebagai bagian tetap dari jadwal harian siswa. Apakah inovasi ini akan membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Indonesia? Waktu yang akan menjawab.